
MNOL, Jakarta – Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., membuka sidang uji kompetensi lisan dan uji riwayat hidup bagi calon Komandan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmabar. Sidang uji kompetensi yang berlangsung di Aula Yos Soedarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, Senin (23/5) itu merupakan sidang lanjutan pengujian sebagai pimpinan pengawak kapal perang Indonesia.
Uji kompetensi tersebut diikuti 8 Perwira TNI Angkatan Laut berpangkat Perwira Menengah (Pamen) seperti Mayor dan Letkol. Mereka nantinya akan ditempatkan di berbagi jenis kapal perang di bawah binaan Koarmabar.
Dalam amanat Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI A. Taufiq R., yang dibacakan Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., mengatakan uji kompetensi lisan dan uji riwayat hidup jabatan calon komandan KRI di Jajaran Koarmabar ini merupakan metode yang digunakan TNI Angkatan Laut dalam memilih dan menentukan jabatan strategis khususnya Komandan KRI terhadap Perwira terpilih yang ditunjuk mengikuti uji kompetensi.
Dalam uji kompetensi tersebut Tim penguji akan menggali sejauh mana visi dan misi serta kemampuan profesionalisme calon Komandan KRI dalam memimpin sebuah Kapal Perang Republik Indonesia. Bagaimana kiat dan upaya yang dilakukan untuk meraih visi tersebut dihadapkan dengan situasi dan tuntutan organisasi saat ini.
Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kualitas personel sehingga diharapkan melalui pelaksanaan uji kompetensi ini diperoleh calon komandan KRI yang benar-benar memahami dan mumpuni terhadap bidang tugasnya, dan Komandan KRI akan membawahi prajurit pengawak yang harus selalu siap melaksanakan tugas yang diemban.
Di era globalisasi saat ini, TNI Angkatan Laut dituntut untuk konsisten terhadap bidang tugasnya dalam menjaga dan menegakan kedaulatan NKRI di laut. Kehadiran KRI di laut merupakan representasi tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan stabilitas keamanan nusantara yang harus diraih.
Dihadapkan dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini peran komandan KRI merupakan kunci kesuksesan TNI Angaktan Laut di lapangan dalam mencerna dan menindaklanjuti kebijakan pemimpin TNI Angaktan Laut di bidang maritim.
“Profesionalisme yang telah melekat pada seorang komandan KRI tidak cukup tanpa adanya karakter yang kuat dalam mencapai tujuan organisasi. Dinamika di lapangan yang dihadapi KRI tentang tindakan kejahatan di laut, bahaya navigasi dan cuaca harus dicermati dan dijabarkan dengan tepat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Pangarmabar.
Selanjutnya ungkap amanat Pangarmabar, Up dating data dan standart operating procedure harus selalu dijadikan acuan demi kelancaran dan kesuksesan tugas operasi. Di samping itu, penbinaan Permildas dan penerapan PUDD Khas TNI Angkatan Laut yang mulai luntur harus selalu ditegakkan sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung pada jiwa prajurit yaitu Sapta Marga, Sumpah Parjurit dan Trisila TNI Angkatan Laut. (Tan)






