Published On: Sun, Sep 10th, 2017

Angkatan Laut Korsel Gelar 13th International Seapower Symposium

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro saat memaparkan makalahnya dalam 13th International Seapower Symposium di Korea Selatan.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro saat memaparkan makalahnya dalam 13th International Seapower Symposium di Korea Selatan.

MN, Seoul – Angkatan Laut Korea Selatan (The Republic of Korean Navy/ROKN) menggelar kegiatan dengan tajuk “13th International Seapower Symposium” yang berlangsung pada 5-6 September 2017 bertempat di Hotel Westin, Seoul, Korea Selatan.

Simposium yang telah diadakan untuk yang ketigabelas kalinya ini, membahas isu-isu maritim terkini yang meliputi kebijakan pertahanan nasional dan strategi maritim yang terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Simposium ini menghadirkan para ahli dan pengamat militer dari beberapa negara, di antaranya Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan, dan Singapura.

Pada kegiatan ini TNI Angkatan laut diwakili oleh Kepala Pusat Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro yang juga menjadi pembicara, dan menyajikan  makalah dengan judul  “Defense Diplomacy for Invigorating Harmonious Atmosphere in the Asia Pacific Region: Indonesia’s Perspective”.

Selain Kapushidrosal, tampil pembicara lain di antaranya Walter Lohman  (Director of Asian Studies Centre, Heritage Foundation dari USA) dengan makalah “Changes in Asia-Pacific Policy Stance and East Asia Maritime Security Following Trump Administration’s Inauguration”, Hideaki Kaneda (Direktur Okazaki Institute dari Jepang) dengan makalah “China’s Maritime Security Policy Forecast Under Xi Jinping’s 2nd Term”, serta Han Yong Sup (Professor Military Strategy Korea National Defense University) dengan makalah “North Korea’s Nuclear and Missile Provocation and ROK Navy’s Strategic Response

Pada sesi penyajian materi oleh Kapushidrosal, dipandu oleh moderator Lee Cordner, seorang peneliti dari Indo-Pacific Governance Research Centre (Australia. Kapushidrosal memaparkan tentang pentingnya stabilitas keamanan, utamanya dalam bidang maritim. Diplomasi pertahanan telah digunakan  tidak  sekedar secara tradisional lagi, tetapi lebih sebagai alat untuk menentukan kebijakan  mengenai hubungan dengan  negara asing dan keamanan. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN  telah melakukan diplomasi pertahanan tersebut untuk meredakan ketegangan antar negara dengan meningkatkan kerjasama, serta komunikasi, melalui berbagai Perjanjian Kerjasama.

Menurut Kapushidrosal, Indonesia mendukung peran diplomasi pertahanan ini guna memastikan keamanan dan stabilitas kawasan, terutama pada masa damai. Hal ini telah dilaksanakan oleh TNI AL, yaitu sebagai tuan rumah dalam kegiatan  Maritime Security Symposium dengan menghadirkan Kepala Staf Angkatan Laut dari Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan Indian Oceans Naval Symposium (IONS). Dan yang baru-baru ini dilaksanakan adalah menyelenggarakan International Maritime Security Symposium atau IMSS.

Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud peran serta Indonesia dalam upaya mengurangi ketegangan-ketegangan yang dapat timbul antar negara-negara dalam satu kawasan, serta guna mendukung terjaminnya stabilitas dan keamanan regional, sehingga diharapkan dapat terwujud situasi yang damai.

Anugrah/MN

About the Author

- Redaktur

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha