Published On: Tue, Jan 2nd, 2018

Anugrah Express Terbalik, Cukupkah dengan Ucapan Bela Sungkawa?

Dirjen Hubla Agus Purnomo ucapkan bela sungkawa atas kejadian Anugrah Express. (Foto: Sindonews)

MN, Jakarta – Setiap awal tahun seakan menjadi tradisi adanya kecelakaan kapal. Jika tahun lalau kapal Zahro Express terbakar di dermaga Muara Angke, tahun ini giliran kapal cepat Anugrah Express terbalik di Tarakan.

Praktis hal itu membuat kecewa seluruh kalangan, pasalnya Indonesia kini yang memiliki visi untuk menjadi Poros Maritim Dunia, namun soal keselamatan pelayaran masih menjadi hal yang sulit.

Tahun demi tahun berlalu, pemerintah urung menyelesaikan PR yang sebenarnya menjadi tolok ukur dalam pencapaian visi negara tersebut.

“Bau petasan masih menguar; sampah pesta akhir tahun belum lagi disapu bersih. Di sudut negeri ini sebuah perahu terbalik dan menelan korban jiwa yang tak sedikit. Kenapa hal serupa terus terjadi dan kemana para petugas Syahbandarnya,” ungkap pengamat maritim, Siswanto Rusdi di Jakarta (2/1/18).

Direktur Namarine Institute itu mengkhawatirkan kejadian ini akan terus berulang di waktu yang akan datang jika tidak segera dibenahi masalahnya baik dalam tingkat manajemen maupun praktis. Masalah lain yang ia soroti ialah berita ini pun tidak ramai di media sosial. Artinya kecelakaan kapal masih dianggap hal yang biasa dan identik dengan orang kecil yang naik kapal.

“Pesawat telat/delay, dunia maya menjadi heboh. Kapal tenggelam dan banyak korban tewas berjatuhan, reaksi dingin-dingin saja. Apa karena yang naik kapal orang kecil ya?” seloroh dia.

Hal itu tentunya menjadi bukti bahwa Maritime Domain Awareness (MDA) bangsa Indonesia masih sangat rendah. Padahal berangkat dari kesadaran dan kepedulian terhadap domain maritim, yang salah satunya adalah pelayaran, bangsa ini baru bisa menjadi negara maritim yang besar.

Sementara itu, di tempat terpisah, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh korban kapal cepat Anugrah Express di perairan Sungai Sesayap, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Senin (1/1/2018) sekitar pukul 08.30 WIB waktu setempat.

Ia memerintahkan jajarannya dalam hal ini Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Tanjung Selor dan juga Kepala UPT di sekitarnya untuk mengerahkan bantuan dalam mengevakuasi para korban yang belum ditemukan.

“Saya menyampaikan bela sungkawa kepada korban musibah kecelakaan kapal cepat yang terjadi pagi tadi dan saya telah memerintahkan jajaran Ditjen Hubla untuk memberikan pertolongan kepada korban musibah kapal tersebut sebaik-baiknya,” kata Agus.

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Capt. Jhonny R. Silalahi menyebutkan Kapal cepat dengan panjang 14 meter, lebar 2.7 meter berbobot 6 GT dengan tanda selar No.028 KLU-3 tersebut sesuai manifest mengangkut penumpang sebanyak 43 orang dewasa, 5 orang anak-anak dan 3 orang Awak Kapal termasuk Nakhoda.

“Dari jumlah tersebut, dilaporkan korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 43 orang penumpang termasuk awak kapal dan 8 orang penumpang ditemukan meninggal,” kata Capt. Jhonny.

Kapal tersebut dibuat pada tahun 2010 berbahan Fiberglass dinyatakan laiklaut dengan surat keselamatan kapal yang dikeluarkan oleh Kepala UPP Kelas III Tanjung Selor pada tanggal 20 November 2017
yang masih berlaku sampai dengan 19 Mei 2018.

“Saat kejadian pun kondisi cuaca di wilayah perairan Sungai Sesayap diketahui normal,” ujar Capt. Jhonny.

Adapun tim SAR yang membantu evakuasi korban musibah kecelakaan kapal cepat Anugrah Express dimaksud terdiri dari Syahbandar UPP Tanjung Selor, Basarnas Tarakan, KP3 Polres Bulungan, Pos AL Tanjung Selor, Dishub Kab. Bulungan, Dinas Kesehatan Kab. Bulungan dan dibantu kapal cepat reguler yang berada di pelabuhan Kayan 11 Tanjung Selor.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tim SAR terpadu yang telah berhasil  mengevakuasi seluruh korban musibah kecelakaan kapal cepat Anugrah Express tadi pagi,” tutup Capt. Jhonny.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Surat Edaran Direktur Perkapalan dan Kepelautan atas nama Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor: UM.003/13/16/DK.16 Tentang Peningkatan Keselamatan Kapal, tertanggal 16 September 2016.

Berdasarkan Surat Edaran tersebut seluruh UPT Perhubungan Laut untuk meningkatkan pengawasan keselamatan kapal, khususnya kapal kecepatan tinggi dengan mesin di dalam (inboard engine) maupun mesin tempel (outboard engine). Mereka juga harus memastikan setiap Pemilik atau Operator dan juga Nakhoda kapal melaksanakan dan melaporkan hal-hal yang menjadi persyaratan keselamatan sebelum keberangkatan kapal.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan pelayaran sudah harus menjadi kebutuhan mutlak dan tanggung bersama yang artinya Pemerintah sebagai Regulator di bidang keselamatan pelayaran harus didukung oleh Operator dan juga User/pengguna jasa/masyarakat agar tujuan menciptakan keselamatan pelayaran di perairan Indonesia dapat terwujud.

Semoga langkah baik Dirjen Hubla tersebut mendapat hasil yang optimal di kemudian hari. Dan bukan hanya ucapan bela sungkawa terhadap suatu kejadian kecelakaan kapal, tetapi benar-benar membenahi strukturnya dan bahkan memecat jajarannya yang mengindahkan keselamatan pelayaran.

 

(Anug/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com