Published On: Sun, Aug 27th, 2017

Atasi Biaya Tinggi, Menko Maritim Kaji Pembuatan Peraturan Sesuai Daerah

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan tatkala mengunjungi KRI Banjarmasin 592.

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan tatkala mengunjungi KRI Banjarmasin 592.

MN, Denpasar – Dalam kunjungannya ke KRI Banjarmasin 592, Menko Luhut berkesempatan melakukan dialog dengan para awak KRI dan jajaran Pelindo III. Dalam dialog tersebut, Menko Luhut mengatakan Direktur Pelindo III, I Gusti Ngurah Danadiputra mengungkapka masalah dwelling time. Menurutnya selama ini banyak yang berpikiran dengan turunnya dwelling time menjadi tiga hari biaya bisa ikut turun. Ternyata dalam kasus Pelindo III, biaya masih tetap tinggi.

“Jadi inefisiensi itu masih tetap ada, oleh karena itu tadi kita bicara ternyata kita harus membuat peraturan sesuai daerah, tidak bisa diseragamkan. Di Tanjung Priuk mungkin dengan khasnya sendiri di Tanjung Perak disini begitu dan tempat lain. Sekarang sedang di pelajari dan hampir final,” jelasnya.

Menurutnya, yang harus diubah adalah jalur perpindahan dari satu titik (terminal ke terminal lain) tidak perlu keluar lagi cukup dengan rel. Dampaknya menurut Menko Luhut, arus traffic di luar pelabuhan akan berkurang dan lingkungan juga akan lebih bersih.

“Tapi ada masalahnya, pengusaha truk bisa kehilangan income, kita cari jalan keluarnya. Pengusaha truk ini yang terlibat kita suruh membuat perusahaan di dalam pelabuhan untuk mengoperasikan perpindahan container di dalam pelabuhan,” kata Menko Luhut.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com