Published On: Sun, Aug 12th, 2018

Atasi Pencemaran Laut Kepulauan Seribu, Akzonobel dan Greeneration Foundation Gelar #OperasiTangkapPlastik

Seremonial pengecatan kapal nelayan yang akan mengikuti program #OperasitTangkapPlastik oleh Country Manager AkzoNobel Marine Coatings Indonesia, Junot Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Bapak Isnawa Adji (kiri-kanan).

Seremonial pengecatan kapal nelayan yang akan mengikuti program #OperasitTangkapPlastik oleh Country Manager AkzoNobel Marine Coatings Indonesia, Junot Wijaya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Bapak Isnawa Adji (kiri-kanan).

MN, Jakarta – Indonesia diindikasikan sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Hal ini termuat dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Jambeck Research Group pada tahun 2015 yang lalu. Studi yang diterbitkan dalam jurnal science ini memperkirakan bahwa sampah plastik laut di Indonesia mencapai angka hingga 1,29 juta metrik ton per tahunnya.

Melihat fakta tersebut, Pemerintah Indonesia telah menargetkan untuk mengurangi jumlah plastik maupun limbah lainnya yang mencemari wilayah perairan Indonesia sebanyak 70% pada tahun 2025.

Menyadari pentingnya kelestarian dan kesehatan laut, bekerja sama dengan Greeneration Foundation, AkzoNobel, perusahaan cat dan pelapis global terkemuka, pada hari tanggal 10 Agustus 2018 yang lalu, mengumumkan inisiatif #OperasiTangkapPlastik di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Upaya pengumpulan sampah lepas pantai ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik di laut yang saat ini melanda daerah pariwisata dengan melaksanakan program pemberdayaan komunitas nelayan.

Country Manager AkzoNobel Marine Coatings Indonesia Junot Wijaya mengungkapkan bahwa Azkonobel terus berusaha mengembangkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia, serta memiliki harapan bisa memberikan solusi dalam rangka mengurangi sampah plastik di laut Indonesia.

“Di AkzoNobel, keberlanjutan adalah fokus utama dalam segala hal yang kami lakukan. Dengan demikian, kami berusaha mengembangkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami senang dapat menjalin kemitraan dengan Greeneration Foundationi yang menganut nilai-nilai keberlanjutan serta kepedulian yang sama mengenai pencemaran plastik di laut. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat membantu memberikan solusi terhadap pengurangan sampah plastik laut,” ungkapnya.

Sebagaimana diamanatkan  oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Kepulauan Seribu terpilih sebagai salah satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau “10  Bali Baru”. Kawasan tersebut memiliki potensi komoditas ikan dan komunitas laut lainnya yang berlimpah dan dapat terus dikembangkan. Selain itu, kawasan ini juga berperan sebagai pusat upaya konservasi laut di Jakarta, yang menjadikannya sebagai lokasi paling cocok untuk menjalankan inisiatif ini, dengan Pulau Pramuka dan Pulau Panggang sebagai area fokus pengembangannya.

Para nelayan di kedua pulau tersebut akan direkrut sebagai ‘Rangers’ yang akan mendorong adanya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kawasan Strategi Pariwisata itu. Sebanyak lima belas nelayan akan dipilih berdasarkan komitmen mereka untuk meningkatkan ekosistem di wilayah tersebut, yang di mana AkzoNobel bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta untuk mengidentifikasi kualifikasi para nelayan dalam program tersebut.

“Para Ranger diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk menyebarkan pengetahuan dan keterampilan mereka kepada masyarakat, serta agar menginspirasi berbagai pihak untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah lainnya. Selain membangun kapasitas para nelayan, inisiatif ini juga akan dikembangkan menjadi strategi berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan para nelayan,” tambahnya.

Bersama Greeneration Foundation sebagai organisasii yang memiliki fokus pada isu pengelolaan sampah yang berkelanjutan, lima belas nelayan Ranger terpilih akan diberikan pengembangan kapasitas melalui serangkaian pelatihan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan kewirausahaan yang berkelanjutan untuk menangani masalah sampah padat di wilayah tersebut.

Sebagai bagian dari program tersebut, AkzoNobel akan berkontribusi dalam memberikan pengetahuan tentang pengecatan kapal yang berkelanjutan, pelatihan, serta menyediakan cat kualitas international bagi para Rangers terpilih.

Senada dengan Country Manager AkzoNobel Marine Coatings Indonesia, CEO Greeneration Foundation Vanessa Letizia turut mendukung program ini. Menurutnya, keberadaan program ini mampu memberikan dampak positif bagi ekosistem dan juga bagi para nelayan itu sendiri.

“Sebagai organisasi yang memiliki fokus di isu persampahan, kami mendukung adanya upaya untuk menyelesaikan permasalahan sampah di darat maupun di pesisir. Dengan adanya program pemberdayaan untuk para nelayan di isu persampahan pun secara tidak langsung akan memberikan dampak pada tangkapan ikan mereka, karena dengan ekosistem yang sehat dan lingkungan yang lestari akan memberikan timbal balik positif untuk manusia juga,” pungkasnya.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com