Published On: Mon, Aug 28th, 2017

Benahi Tata Niaga Niaga, KKP Optimalkan Potensi Produksi Rumput Laut Sumba Timur

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat panen bersama para pembudidaya rumput laut di Sumba Timur.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat panen bersama para pembudidaya rumput laut di Sumba Timur.

MN, Waingapu – Komoditas rumput laut masih menjadi komoditas andalan Kabupaten Sumba Timur dan secara nyata telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat hingga saat ini. Kendati demikian, dari total potensi lahan budidaya seluas 5.944,34 ha, hingga kini pemanfaatannya baru 352,9 ha (5,94 persen) dengan produksi pada tahun 2016 baru mencapai 26.408 ton rumput laut basah atau 3.301 ton rumput laut kering.

Kedepannya, setelah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) beroperasi penuh, maka diharapkan dapat mengoptimalkan potensi lahan sebesar 4.755,47 Ha atau 80% dari potensi yang ada sehingga dapat diproduksi sebanyak 570.656 ton rumput laut basah per tahun atau 57.066 ton rumput laut kering, serta mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 71.598 orang.

“Potensi rumput laut Sumba Timur, luar biasa besar, jika mampu dimanfaatkan secara optimal, bibit yang digunakan merupakan bibit unggul seperti hasil kultur jaringan, maka setidaknya nilai ekonomi yang dapat diraup dari komoditas ini saja bisa mencapai 570,656 milyar rupiah per tahun. Saya rasa ini menjadi fokus kita dalam pembangunan SKPT ini,” ungkap Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Hal lain yang akan segera dibenahi adalah terkait tata niaga rumput laut. Menurut Slamet, permasalahan tata niaga rumput laut menjadi sangat krusial untuk segera dibenahi, karena menjadi penyebab utama minimnya posisi tawar produk dan pada akhirnya nilai tambah yang diterima pembudidaya menjadi sangat minim.

“Langkah awal yang akan dilakukan adalah memotong mata rantai pasar, dengan memfasilitasi kemitraan antara kelompok pembudidaya/koperasi rumput laut dengan industri. Di samping itu, diversifikasi produk dari raw material ke produk setengah jadi akan dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi rumput laut di tingkat masyarakat,” imbuhnya.

Slamet juga optimis, keberadaan BUMD PT. Algae Sumba Timur Lestari (ASTIL) diharapkan akan mampu menjawab permasalahan tata niaga rumput laut. Oleh karenanya, KKP mendorong BUMD tersebut untuk membangun kemitraan dengan kelompok pembudidaya.

Sebagaimana diketahui, PT. ASTIL merupakan pabrik yang memproduksi chips/ATC rumput laut, dengan kapasitas produksi chips/ATC mencapai 90 ton per bulan. Dengan kata lain, pabrik ini mampu menyerap suplai produksi rumput laut basah sebanyak 2.500 ton atau 250 ton rumput laut kering per bulan.

Pada tahun 2017 KKP melalui DJPB menyalurkan bantuan stimulan PSKPT untuk Kabupaten Sumba Timur senilai total Rp. 41,4 miliar, antara lain berupa 75 paket sarana pembangunan kebun bibit rumput laut; 100 paket sarana budidaya rumput laut, pembangunan gudang rumput laut dan lantai jemur, pembangunan prasarana budidaya rumput laut seperti para-para, rumah ikat, dan perahu fiber, 5 paket sarana budidaya air tawar, 30 paket bantuan kapal dengan ukuran 10 GT, 20 GT dan 30 GT beserta alat penangkap ikan, serta rehabilitasi BBI Lewa dan juga pembangunan sarana pendukung lainnya seperti pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB.

Dari dukungan di atas diharapkan ada penambahan suplai bahan baku rumput laut bagi industri dari semula 26.408 ton per tahun menjadi 44.950 ton per tahun artinya ada tambahan suplai sebanyak 18.542 ton bahan baku rumput laut basah. Untuk itu, segera dibangun gudang penyimpanan baru dengan kapasitas 500 ton rumput laut kering. Di samping itu, untuk meningkatkan serapan produksi rumput laut, maka di bidang pengolahan rumput laut, KKP juga fokus untuk mendorong diversifikasi produk dengan menghasilkan semi refined carrageenan (SRC).

“Dengan penambahan gudang penyimpanan ini, melengkapi gudang penyimpanan yang dimiliki PT. ASTIL, nantinya diproyeksikan dapat menyerap bahan baku rumput laut basah hingga mencapai 7.500 ton per bulan atau 90.000 ton per tahun atau 9.000 ton rumput laut kering,” jelasnya.

Anugrah/MN

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com