Published On: Thu, May 10th, 2018

Berhasil Lacak Kapal Pencuri Ikan, Menteri Susi Dapat Penghargaan Inovasi Digital

Berhasil Lacak Kapal Pencuri Ikan, Menteri Susi Dapat Penghargaan Inovasi Digital

MN, Jakarta – Di era milenial seperti sekarang, digitalisasi data dinilai sangat penting karena merupakan salah satu penggerak ekonomi nasional dan mendorong pencapaian kinerja pemerintah secara optimal, tidak terkecuali bagi kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Inovasi teknologi digital telah mulai optimal diterapkan KKP sejak dipimpin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, terutama dalam hal pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan, transparasi data kapal perikanan, hingga reformasi birokrasi.

Semua yang telah dilakukan tersebut telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya penghargaan inovasi digital untuk kebijakan publik dari Katadata.co.id.

Sikap proaktif dan progresif Menteri Susi dalam menjaga laut Indonesia dengan mengoptimalkan platform teknologi Global Fishing Watch. Berbekal inovasi teknologi inilah, KKP dapat mendeteksi aktivitas penangkapan ikan secara ilegal sehingga berdampak pada peningkatan stok ikan dan PDB perikanan tumbuh melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Susi mengatakan, di awal dirinya menjabat sebagai menteri, dia pun mengaku mengalami hambatan, terutama memantau kapal-kapal pencuri ikan. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara Katadata Forum bertema “Transformasi Indonesia menuju Raksasa Ekonomi Digital” di Jakarta pada Selasa 8 Mei 2018.

“Sebetulnya saya sebelum jadi menteri kan datang dari dunia penerbangan. Jadi di dunia penerbangan itu bisa dipantau keberadaan letak pesawat. Untuk di KKP sendiri, saya kaget ada banyak kapal, bagaimana saya memantau? Yang saya tahu, kami hanya ada VMS (Vessel Monitoring System). Nah VMS ini kan hanya milik kapal Indonesia saja, lalu bagaimana dengan kapal lain?”, ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Lebih jauh Susi menjelaskan, sejak saat itu, dia tertarik untuk menggalang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan teknologi digital. Salah satunya adalah dengan menggunakan Global Fishing Watch (GFW), sebuah platform teknologi hasi kolaborasi antara Google, Oceana dan SkyTruth.

“Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan Global Fishing Watch. Tapi ada beberapa orang yang tidak suka dan menyebut bahwa saya membuka rahasia negara,” tegasnya.

Menteri Susi mengatakan, saat ini modus illegal fishing sangat beragam, untuk itulah dibutuhkan pengelolaan teknologi digital secara maksimal.

“Sekarang modus illegal fishing itu dilakukan oleh kapal-kapal Indonesia yang affiliated dengan kapal luar dan kapal kolektornya tramper-nya itu menunggu beberapa mill di atas ZEE kita. Dan mereka tahu kita terapkan aturan tegas pelarangan transshipment di tengah laut Indonesia. Jadi mereka tahu sekali kalau mereka lakukan ini, mereka akan tertangkap sehingga melakukannya di luar wilayah Indonesia,” lanjutnya. (hsn)

About the Author

- “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com