Published On: Wed, Oct 25th, 2017

Bersama PB HMI, Forum Maritim Indonesia gelar Diskusi 3 tahun Poros Maritim

Forum Maritim Indonesia mengeglar diskusi 3 Tahun Poros Maritim

MN, Jakarta – Dalam rangka memperingati 3 tahun visi Presiden, Poros Maritim Indonesia, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersama Forum Maritim Indonesia menggelar diskusi maritim dengan tajuk Mengulas 3 Tahun Visi Poros Maritim Dunia di Sekretariat PB HMI, Manggarai, Jakarta, (24/10).

Acara yang bernama ‘Orasi Maritim’ (Obrolan Ringan Sinergi Insan Maritim) ini menghadirkan para pakar dan pelaku usaha kemaritman. Antrara lain mantan Kasal dan Menkopolhukam RI Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno; Ketua Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Andri Yani Sanusi; Dosen Universitas Pertahanan, Laksda TNI (Purn) Dr Surya Wiranto, Direktur Operasional PT Indo Marine Technology, Capt.Shin Hwangho; dan Direktur Marin Nusantara Makbul Muhammad.

Ketua bidang Agraria dan Maritim PB HMI Mahyudin Rumata yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa PB HMI selama ini telah berkomitmen untuk membantu pemerintah menyukseskan visi Poros Maritim Dunia.

Audiensi dengan pemangku kepentingan di bidang maritim seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pernah dilaksanakan oleh organisasi yang berdiri 5 Februari 1947 ini.

“Dalam berbagai kesempatan kami selalu bicara maritim. Itu sebagai wujud kecintaan kami terhadap NKRI yang sebagian besar wilayahnya adalah lautan,” tandas Yudi biasa akrab disapa.

Kendati dikenal vocal dan kritis terhadap permasalahan maritim, namun semua itu dilakukan guna mengawal berjalannya visi luhur pemerintah yang dicetuskan pada 20 Oktober 2014 silam.

Di mana pemerintah telah berjanji akan mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, tidak memunggungi laut, serta menjadikan laut sebagai masa depan bangsa serta sumber kemakmuran dan kejayaan Indonesia.

Maka dari itu organisasi yang sudah tidak diragukan lagi sepak terjangnya dalam sejarah perjuangan bangsa, berupaya untuk menjaga visi maritim yang dilandasi dengan visi misi organisasi HMI.

“Prinsip kami adalah keseimbangan. Jika ada kebijakan pemerintah yang kami anggap bertentangan dengan visi Poros Maritim maka kami tidak segan-segan untuk mengkritisi,” tegas Yudi yang mewakili Ketua Umum PB HMI Mulyadi Tamsir.

Jalannya diskusi yang dipandu oleh Redaktur Mariitmnews.com Adityo Nugroho itu memberikan kesempatan pertama pada Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno untuk menyampaikan pemaparannya.

Mantan Kasal dan Menko Polhukam itu mengulas latar belakang lahirnya visi Poros Maritim Dunia. Mengingat saat itu dirinya merupakan bagian dari tim pemenangan Jokowi-JK dan turut merumuskan visi Poros Maritim Dunia.

“Kemaritiman merupakan suatu visi luhur yang sejalan dengan prinsip Asta Grata yang bersifat dinamis. Di sini mengandung konsep geopolitik kita. Kita pun menyadari bahwa seeliling kita adalah ancaman. Maka dari itu Pak Jokowi mengusung Poros Maritim Dunia,” kata Tedjo.

Lulusan AAL tahun 1975 ini lebih lanjut mengutarakan kendala-kendala yang terjadi dalam perwujudan visi itu selama 3 tahun ini. Ego sektoral masih menjadi momok yang mengancam keberlangsungan visi tersebut.

Perjalanan visi itu, sambung Tedjo, dijabarkan dalam 5 pilar pembangunan maritim yang kini berubah menjadi 7 pilar. “Mau berapa pilar pun yang terpenting saat ini harus ada definisi yang jelas biar terjadi kesamaan visi dari setiap instansi,” tambahnya.

Sedangkan Andri Yani Sanusi yang merupakan ketua Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) mengulas nasib pelaut Indonesia saat ini. Menurutnya, pelaut menjadi SDM yang masih dipandang sebelah mata di Indonesia kendati saat ini bervisi Poros Maritim Dunia.

“Sangat ironis, Indonesia yang memiliki visi poros maritim tetapi hampir tidak pernah disinggung masalah SDM maritim,” ungkap Andri.

Permasalahan pelaut sebagai SDM utama negara maritim yang dijabarkan olehnya terkait kesejahteraan, kesehatan, dan keamanan serta hak-hak lainnya.

“Aneh negara yang bervisi Poros Maritim ini ternyata belum pernah pelaut diundang ke istana. Sedangkan pelawak, blogger, vlogger dan penggiat medsos sudah pernah diundang ke istana,” seloroh dia.

Sementara itu, Dosen Unhan Laksda TNI (Purn) Dr Surya Wiranto mengulas soal kondisi pertahanan dan keamanan maritim dalam koridor visi pemerintah.

Permasalahan Coast Guard dan konflik Laut China Selatan yang menyinggung kedaulatan maritim kita menjadi tajuk utama pemaparan Purnawirawan TNI AL yang pernah menjabat sebagai Kadispotmar dan Wadanseskoal itu.

“Maritim menjadi ibu kandung kita. Itu sudah dari zaman Sriiwjaya dan Majapahit. Itulah kenapa visi itu menjadi suatu policy, yang sekarang diatur oleh Kebijakan kelautan Indonesia,” terang Surya.

Selanjutnya, pelaku usaha maritim asal Korea yang kini menjabat Direktur PT Indo Marine Technology Capt. Shin Hwangho menjabarkan perkembangan industri jasa maritim kita beberapa tahun terakhir.

“Indonesia saat ini belum menjadi negara maritim. Itu baru cita-cita, kalau ada visi poros maritime itu belum terjadi. Saat ini Indonesia baru menjadi poros darat,” seloroh dia,

Pelaut asal Negeri Ginseng yang sudah menetap di Indonesia sejak tahun 1996 ini mengungkapkan industri kemaritiman di Indonesia masih sulit berkembang. Hal itu dikarenakan tidak adanya kolobarasi yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha serta dengan pihak perbankan dan asuransi.

‘Di Korea dulu, pelautnya dikirim ke luar negeri semua untuk belajar. Sekembalinya ke Korea mereka disuruh membangun industri, akhirnya sekarang industri maritim Korea unggul,” bebernya.

Sedangkan pembicara terakhir yakni Direktur Marin Nusanatara, Makbul Muhammad, mengulas perjalanan konsep Tol Laut beserta kendala-kendalanya. Menurutnya, sinergitas antara stakeholder menjadi masalah utama dalam implementasi Tol Laut, selain permasalahan infrastruktur.

“Harus ada sinergi lintas kementerian untuk keberhasilan konsep Tol Laut. Bahkan Pemerintah Daerah juga berperan besar dalam tercapainya visi tol laut,” kata Makbul.

Dalam diskusi yang berdurasi sekitar 3 jam itu, kesimpulan akhirnya menyatakan masih banyak domain maritim yang belum tuntas. Artinya visi Poros Maritim masih menuai raport merah dalam perjalanannya.

 

(Anug/MN)

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com