Published On: Sat, Nov 25th, 2017

BRSDM KKP Sampaikan Capaian 3 tahun Sektor Kelautan di Seminar IMTSI

BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar dalam seminar maritim di Tidore

MM, Tidore – Dalam sebuah seminar bertajuk  ‘Perwujudan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia’ di Universitas Sultan Nuku, Tidore, Maluku Utara, (23/11), Kepala BRSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar menyampaikan pencapaian 3 tahun pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Ilmiah dan Kongres Nasional ke-V Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil  Indonesia (IMTSI) yang dihadiri oleh seluruh cabang IMTSI. Antara lain berasal dari DKI Jakarta, Banten, Sumatera Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Maluku dan Maluku Utara.

Menurut Zulficar, dalam proses 3 tahun ini, KKP telah bekerja secara maksimal dalam menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

“Kebijakan dan program pemerintah dalam menciptakan keberlanjutan usaha jangka panjang dengan menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang ada saat ini adalah prioritas yang dihasilkan dalam Rembuk Nasional bidang kemaritiman beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Salah satu program KKP yang menonjol antara lain pemberantasan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dan Reformasi Kebijakan Perikanan Tangkap. Dengan pencapaian 3 tahun dari program unggulan itu, telah menghasilkan stok ikan yang melimpah dan meningkatnya penghasilan nelayan.

“Selama 3 tahun ini kami berhasil menenggelamkan kurang lebih 400 kapal ikan pelaku IUU Fishing. Itu bukan suatu pekerjaan yang mudah karena kami harus berhadapan dengan banyak mafia. Melalui Satgas 115 dengan melibatkan banyak instansi, kami bisa menurunkan angka pencurian ikan di perairan kita,” terangnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia ini menyatakan bahwa kasus IUU Fishing di dalamnya juga terdapat banyak praktik tindak kejahatan. Antara lain perdagangan manusia, narkoba, perbudakan dan lain sebagainya.

Ia optimis jika hal itu terus terjadi di WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan-red) kita, maka kehidupan nelayan semakin menderita.

Maka dari itu, melalui visi Presiden Poros Maritim Dunia yang menjadikan nelayan sebagai salah satu pilar utamanya, KKP mencoba untuk meningkatkan sustainability (keberlangsungan) agar kita memiliki stok ikan untuk generasi mendatang.

“Kita butuh affirmative action, untuk nelayan tradisional kita. Karena hingga saat ini kita masih didominasi oleh nelayan kecil atau yang memiliki kapal 10 GT ke bawah. Kita juga harus meminimalisisr bahkan menghilangkan sama sekali dominasi kapal asing di perairan kita,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Zulficar juga menyampaikan soal diplomasi maritim dan batas negara yang erat kaitannya dengan kedaulatan maritim. Kepada mahasiswa, Zulficar pun berpesan agar generasi muda harus memiliki semangat dalam membangun Poros Maritim Dunia.

“Kalau dulu Bung Karno katakan, berikan aku 10 pemuda untuk memerdekakan bangsa ini maka sekarang kita bisa sebut berikan aku 10 pemuda untuk membangun Poros Maritim Dunia,” tandasnya yang diikuti oleh riuh tepuk tangan dari para audiens.

Kepada para mahasiswa yang didominasi oleh mahasiswa Teknik Sipil itu, Zulficar menyatakan dalam membangun negara maritim itu harus dilandasi dengan bidang keilmuan dari setiap mahasiswa. Utamanya adalah dalam membangun teknologi untuk mencapai kemandirian.

“Kita harus menjaga dan mengelola kekayaan SDA kita agar tidak hanya asing yang menikmatinya. Tetapi kita sebagai rakyat Indonesia juga wajib menerima manfaatnya,” pungkas dia.

 

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com