Published On: Fri, Dec 30th, 2016

Buku “Konsep Neogeopolitik Maritim Indonesia Abad 21”, Menjawab Ancaman Zionis dan China

Cover Buku “Konsep Neogeopolitik Maritim Indonesia Abad 21”

MNOL, Jakarta – Memasuki tahun 2017 ini, Staf Asops Panglima TNI Letkol Laut (P) Salim telah mengeluarkan buku kelimanya dengan judul ‘Konsep Neogeopolitik Maritim Indonesia Abad 21: Ancaman Zionis dan China’. Buku tersebut ditulisnya berdasarkan pemikiran, pengalaman serta tindakannya selama mengabdi di TNI AL dan sudah berkeliling di hampir 70 negara.

Kepada maritimnews, lulusan AAL tahun 1995 ini mengungkapkan buku ini merupakan jawaban terhadap kondisi dan ancaman yang melanda bangsa kita sejak berdirinya. Tentunya, dengan berkaca dari sejarah, penulis buku itu meyakinkan kepada seluruh anak negeri ini bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Penulusuran sejarah yang benar harus jadi batu pijakan dan sebagai energi penggerak untuk mengembalikan kejayaan bangsa sebagai peradaban maritim seperti kebesaran Sriwijaya dan Majapahit dulu,” ujar Salim.

Di buku ini, dijelaskan tentang bagaimana masa kegemilangan Nusantara yang menurutnya berasal dari kata “Nuh” dan “Santara”, atau negerinya Nabi Nuh usai dilanda banjir besar. Hal itu dikutipnya dari kamus Padmasusastra 1903 halaman 11.

Negeri sebagai penggalan surga dengan kesuburan manikam rahmat dan kearifan budayaanya itu memiliki peradaban maritim yang berpendar menggelombang ke utara dan menyibak ke seluruh dunia.

Selanjutnya soal sejak kapan cengkeraman Zionis dan Imperialis China mulai menginjakkan kaki di negeri ini, dan kekuatan siapa yang menghalangi laju perjuangan pembangunan bangsa ini serta bagaimana penjajahan yang meluluhlantakkan peradaban kita, musnah bahkan sejarah pun bagaikan cerita dongeng tanpa kebenarannya terangkai dalam buku ini.

Kemudian memasuki abad 21 saat ini, sebagai tanda akhir zaman telah terlihat di seantero dunia, perpecahan antar umat mudah tersulut, dan awan gelap menyelimuti negeri ini. Salim menyebutkan akankah clash of civilization terjadi di negeri ini juga ada dalam buku ini.

“Indonesia yang terbentuk lewat Sumpah pemuda 28 Oktober 1928, terlahir sejak Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan memiliki kedaulatan lewat Deklarasi Juanda 1957. Kini visi bangsa sekan kembali ke periode 7 abad silam dengan Poros Maritim Dunia yang menggandeng Sang Naga. Akankah ini terwujud? Semuanya terangkum dalam buku ini,” bebernya.

Konflik di berbagai penjuru dunia, khususnya di negeri-negeri Asia, Afrika,  Timur Tengah bahkan di rumah dan halaman depan Indonesia, yakni Laut Cina Selatan, bagaikan sekam yang siap disulut dan merembet ke eskalasi yang lebih luas.

Sambungnya, inilah bukti nyata Imperialisme modern yang haus akan sumber daya energi dan sumber pangan yang masih bercokol dan siap mencengkeram NKRI. Buku ini akan mengulasnya dengan berbagai latar belakang penugasan penulis dalam dan luar negeri.

Lebih lanjut, pria asal Surabaya yang rajin Puasa Daud ini menyatakan dalam membangun kembali peradaban maritim dan menjadi negara maritim yang digdaya di abad 21 tidak mungkin bisa dicapai dengan hanya mengandalkan teori-teori maritim AT. Mahan, Sir Julian Corbet, Kenth Booth, Sir Herberth Richmond dan lain-lain. Atau hanya dengan mencontoh Amerika, Inggris, Jepang bahkan China.

Akan tetapi indonesia memerlukan konsep neogeopolitik maritim yang unik  di abad 21 yang bersumber kepada budaya dan jati diri bangsa, serta antropolitik sebagai paham (isme) politik yang bersumber kepada Pancasila dan UUD 1945 untuk membangun kekuatan Maritim.

Bagaimana membangun negara maritim dalam perpolitikan di Indonesia pada abad 21 kalau kita masih plagiat dengan negara-negara lain,” pungkasnya.

Tentang apa itu antropolitik, Kesemuanya juga dijelaskan secara gamblang dalam buku yang kurang lebih setebal 450 halaman ini. Harapannya, buku ini kembali menjadi best seller seperti buku-buku yang ditulis sebelumnya.

“Ya ini bentuk pencerahan yang bisa saya lakukan kepada anak bangsa ini, agar mereka memiliki arah yang jelas untuk menghadapi berbagai macam ancaman yang begitu hebatnya hari ini,” tutup Salim. (Tan/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha