Published On: Tue, Oct 3rd, 2017

Bupati Belu Optimis Program Lele Biofolk KKP Picu Pergerakan Ekonomi Masyarakat Perbatasan

Bupati Belu Wilibrodus Lay.

Bupati Belu Wilibrodus Lay.

MN, Belu – Bupati Belu, Willybrodus Lay, mengatakan bahwa Pemda Kabupaten Belu sangat mengapresiasi upaya KKP dalam memperkenalkan inovasi teknologi budidaya lele bioflok untuk masyarakat perbatasan. Dirinya yakin upaya ini akan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

“Pengenalan teknologi lele bioflok sangat cocok dengan karakteristik daerah di Belu, di mana sumber air bisa diefesiensikan. Namun di sisi lain produktivitas bisa ditingkatkan berkali lipat. Kami akan dorong nantinya paling tidak dalam satu desa ada 5-10 unit kegiatan usaha sejenis. Saya yakin akan menggerakan ekonomi lokal di Belu dan pastinya akan mendongkrak tingkat konsumsi ikan perkapita masyarakat Belu,” ungkap Willy.

Sebagai gambaran, tingkat konsumsi ikan per kapita di NTT masih cukup rendah yaitu 29,8 kg per kapita per tahun, di bawah tingkat konsumsi ikan perkapita nasional sebesar 43,94 kg per kapita per tahun.

Benyamin Taek Mau, salah seorang pembudidaya di Belu mengungkapkan, hingga saat ini permintaan akan komoditas ikan lele mulai meningkat dengan harga yang cukup tinggi yaitu pada kisaran di atas Rp35.000 per kg. Dari hasil bantuan 24 buah kolam lele sistem bioflok diharapkan akan panen sebanyak 5,4 ton untuk pemasaran di Atambua, Kupang, dan Kabupaten lain di sekitar Belu. Bahkan menurutnya peluang ekspor ikan lele ke Timur Leste mulai terbuka lebar.

“Kami masyarakat sangat berterima kasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat. Kami optimis dengan harga dan peluang pasar luas, kegiatan usaha lele bioflok akan berjalan dengan baik, dan pastinya akan memicu kami dalam meningkatkan kapasitas usaha,” terang Benyamin.

Seperti diketahui, selain di Kabupaten Belu, pemerintah melalui KKP juga fokus mendorong budidaya lele sistem bioflok di daerah perbatasan lainnya, antara lain di Kabupaten Entikong, Kabupaten Wamena, serta Kabupaten Sarmi.

Sebelumnya Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki mengapresiasi upaya KKP dalam memperkenalkan inovasi teknologi budidaya lele bioflok. Dalam beberapa kesempatan, presiden juga menekankan pentingnya pengenalan inovasi teknologi dalam pemberdayaan masyarakat. Program pengembangan lele bioflok saat ini menjadi salah satu program unggulan nasional dan menjadi perhatian presiden.

Sebagai informasi, produksi lele secara nasional tahun 2016 sebesar 873.716  ton dan ditargetkan sebanyak 1.399.700 ton  pada tahun 2017.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com