Published On: Mon, Feb 27th, 2017

Capai Poros Maritim, Komisi X DPR RI Dorong Program Pascasarjana untuk STIP

Dr. Marlinda Irwanti Poernomo bersama Kepala BPSDM Perhubungan Capt. Arifin Soenardjo di Auditorium STIP (27/2)

MNOL, Jakarta – Dalam Dies Natalis Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) ke-60, seminar nasional bertajuk “Kecelakaan Kapal dan Kompetensi SDM Kepelautan Dalam Menunjang Visi Pemerintah Menjadi Poros Maritim Dunia” diselenggarakan di Auditorium STIP, Marunda, Jakarta (27/2).

Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Marlinda Irwanti Poernomo, yang bertindak sebagai pembicara dalam seminar itu mengutarakan political will dari komisi dan fraksinya dalam menopang perjalanan visi Poros Maritim Dunia. Salah satunya dengan mendorong STIP agar memiliki program pascasarjana atau Strata 2 (S2).

“Kalau kita ingin menjadi Poros Maritim Dunia tapi tidak memiliki kompetensi dan sumber daya manusia kelautan yang andal memang agak sulit. Apalagi STIP ini hanya setara S1,” ujar Linda biasa akrab disapa.

STIP yang dahulu bernama Akademi Ilmu Pelayaran (AIP) ini terus mengalami perbaikan dan peningkatan dari segala aspek. Namun ketika adanya kasus yang memakan korban salah seorang Taruna-nya, seakan pencapaian itu merobohkan citra STIP di mata publik dan di tengah komitmen pemerintah dengan visi maritimnya.

Maka dari itu, Linda dengan berapi-api menegaskan agar STIP bangkit sebagaimana cita-cita awal dari pendirian sekolah vokasi ini ialah untuk mencetak SDM negara maritim yang andal dan tangguh.

“Saya dari Komisi X dan apalagi ini juga aspirasi dari masyarakat, di mana saya menjalankan pengawasan bahwa kebutuhan untuk pascasarjana di STIP ini sudah bukan merupakan hal yang sulit dilakukan. Seharusnya itu harus menjadi kebutuhan bagi seluruh masyarakat,” terangnya.

Wanita yang berasal dari Partai Golkar ini juga menjelaskan secara singkat mengenai teknis untuk menjadikan STIP agar memiliki program pascasarjana. Menurutnya, berawal dari Sidang Komisi di DPR RI dan fraksinya, dapat menelurkan suatu political will yang akan diajukan ke pemerintah.

“Insya Allah komitmen saya sangat tinggi dan secara teknis kita akan mencoba berbicara dengan Kemenristek Dikti, serta mengundang Bapak-bapak sekalian untuk rapat dengan Komisi X,” beber Linda.

Masih kata dia, karena dengan seperti itu, cita-cita Presiden Jokowi juga dengan Nawacita-nya yang membangun dari pinggiran kemudian untuk Kesejahteraan Rakyat dengan peluang kerja yang lebih baik akan meningkat.

“Jadi visi Poros Maritim Dunia dan Nawacita juga bukan hanya wacana saja, tetapi harus konkret beserta dengan langkah-langkahnya,” tandasnya.

Linda menyatakan Indonesia sebagai negara maritim, sangat ironis bila tidak pernah memberikan porsi yang besar untuk pembangunan bidang maritim. Salah satunya adalah untuk meningkatkan sumber daya dan kualitas manusia yang berprofesi dalam bidang kemaritiman. “Ya hanya STIP ini satu-satunya yang mencetak pelaut sebagai SDM maritim yang andal di Indonesia,” tambahnya.

Banyak permasalahan yang melanda dunia kemaritiman Indonesia karena adanya human error. Maka dari itu Linda  optimis dengan kondisi yang terjadi itu, akan menjadi pegangan yang kuat dalam membangun pascasarjana di STIP.

“Buat kita semua apa yang harus kita lakukan ialah bagaimana untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas kita. Saya pikir kita masih kalah dengan negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura dan Filipina yang tidak punya laut seluas Indonesia, tetapi SDM-nya terampil,” selorohnya.

Oleh sebab itu, satu-satunya cara untuk meningkatkan SDM pelaut ialah dengan membuka program pascasarjana di STIP. Harapannya, pelaut Indonesia menjadi yang terdepan dibandingkan pelaut-pelaut dari negara lain. “Pokoknya Komisi X mendukung secara penuh agar STIP ini punya S2 atau pascasarjana,” pungkasnya. (Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha