Published On: Sat, Dec 2nd, 2017

Galang Dukungan di IMO, Delegasi Indonesia Temui Delegasi Fiji

Delegasi Indonesia dan Fiji dalam pertemuan bilateral di London, Inggris.

Delegasi Indonesia dan Fiji dalam pertemuan bilateral di London, Inggris.

MN, Jakarta – Dalam rangka memuluskan langkah untuk kembali menjadi anggota dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C Periode 2018-2019, Delegasi Indonesia melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka menggalangan dukungan suara dari negara anggota IMO.

Salah satunya dengan mengadakan pertemuan bilateral dengan negara Fiji. Pertemuan bilateral dengan Fiji dilaksanakan disela-sela pertemuan IMO Assemblydi gedung Albert Embankment, Lambert London,  Rabu (29/11) 12.15 waktu setempat.

Delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut dipimpin oleh Staf khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Internasional, I Dewa Made J. Sastrawan yang didampingi oleh Kapushidrosal Laksda TNI  Harjo Susmoro dan Dirjen Perhubungan Laut  Agus H Purnomo serta staf kementerian luar negeri Indonesia.

Delegasi Fiji dipimpin oleh Assistant Minister for Infrastructures and transport, Mr. Vijay Nath. Kedua delegasi berdiskusi tentang komitmen kedua negara untuk dapat meningkatkan hubungan kerjasama di bidang infrastruktur dan transportasi laut.

Menggalang dukungan Status keanggotaan IMO Council kategori C memiliki makna yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia. Selain Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17.504 pulau dengan wilayah laut lebih dari 2/3 dari luas keseluruhan negara Indonesia, lautan yang sangat luas ini, menjadikan perairan Indonesia menjadi jalur perlintasan pelayaran internasional bagi kapal-kapal besar yang akan berlayar dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia atau sebaliknya.

IMO merupakan induk organisasi pelayaran internasional yang mengeluarkan regulasi internasional tentang pelayaran untuk dapat menjamin keselamatan pelayaran internasional serta mendukung kebijakan pemerintah menjadikan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Diharapkan, Indonesia dapat berpartisipasi secara aktif di panggung internasional tersebut. Sehingga melalui IMO Indonesia dapat menunjukkan keberhasilan dan pembaharuan manajemen pemerintah Indonesia di bidang pelayaran.

Nilai strategis menjadi anggota IMO Council, Indonesia memiliki posisi tawar dan peran yang cukup strategis  dalam berbagai bidang di dibidang trasportasi laut internasional yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap kebijakan maritim nasional.

Hubungan bilateral Indonesia – Fiji sudah terjalin sejak lama. Kerjasama bilateral telah dilaksanakan antara kedua negara di bidang pertanian, pertahanan, infrastruktur, transportsasi, pertukaran informasi, intelijen, maupun penanganan bencana.

Pada tahun 2016, ketika Topan Winston menghantam Kepulauan Fiji di Pasifik, yang menyebabkan sejumlah wilayah di Fiji porak poranda, ribuan masyarakat menjadi pengungsi dan rumah-rumah hancur, termasuk sekolah serta tempat ibadah, Pemerintah Indonesia saat itu mengirimkan pasukan TNI untuk membantu penanganan bencana tersebut, salah satunya dengan melakukan rehabilitasi bangunan yang rusak pasca topan.

“Tanggal 4 Mei 2016 lalu, TNI menyiapkan pasukan satgas Fiji Batalyon Zipur 9/Lang-Lang Bhuwana Kostrad yang akan melaksanakan tugas Operasi rehabilitasi/rekontruksi QVS (Queen Victory School) negara Republik Fiji yang terkena dampak angin topan Winston di Lapangan Yonzipur 9/LLB Kostrad, Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat” kenang Kapushidrosal yang saat itu menjabat sebagai waasops Panglima TNI memimpin langsung apel kesiapan pemberangkatan pasukan tersebut.

About the Author

- Redaktur

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha