Published On: Tue, Feb 6th, 2018

Gandeng Wika, Pelindo III Realisasikan Pembangunan Fly Over Teluk Lamong

Foto bersama Dirops 1 Wika, CEO Pelindo III, dan Diropkom Askrindo.

Foto bersama Dirops 1 Wika, CEO Pelindo III, dan Diropkom Askrindo.

MN, Surabaya – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menandatangani kontrak kerja sama bersama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau Wika dalam pembangunan flyover Teluk Lamong dengan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) pada Senin (5/2).

Penandatanganan kontrak kerja sama tersebut menandakan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang kepelabuhanan tersebut mulai merealisasikan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang telah diamanahkan pemerintah.

CEO Pelindo III Ari Askhara menjelaskan bahwa pembangunan aksesibilitas darat berupa flyover dan tapper (radius untuk belokan jalan) di Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akan semakin meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Surabaya dan Jawa Timur karena juga terintegrasi dengan Jalan Tol Surabaya-Gresik.

Flyover ini akan memberi alternatif baru bagi para pengguna jalan raya – utamanya pengendara truk pengangkut petikemas – yang kerap menjadi salah satu penyebab kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Kalianak menuju Tambak Osowilangun,” jelasnya.

Proyek senilai Rp1,3 triliun ini akan merealisasikan flyover sepanjang 2,4 km dengan kontur jalan layang (elevated) sepanjang 1,8 km dan jalan darat (landed) di sisi Benowo sepanjang 363 meter dan sisi Teluk Lamong sepanjang 350 meter. Sedangkan untuk lebar ruas jalan flyover adalah 40 meter.

Husein Latief, Engineering, Information and Communication Technology Director Pelindo III juga menambahkan, pembangunan flyover ini merupakan solusi yang diberikan Pelindo III kepada Pemerintah Kota Surabaya dan nasional, untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi pasca-beroperasinya Terminal Teluk Lamong. “Kapasitas Teluk Lamong pada fase awal pengembangan sudah mencapai 1,5 juta TEUs. Pada fase final, jumlahnya [petikemas] akan mencapai 6,5 juta TEUs,” kata Husein.

Ia melanjutkan, komoditas curah kering di Terminal Teluk Lamong juga menunjukkan prospek yang sangat cerah. “Kami telah membangun tempat penimbunan (storage area) komoditas curah kering berkapasitas 200 ribu ton”, ungkapnya.

Nantinya, pekerjaan proyek flyover akan mencakup aktivitas perencanaan Detail Engeneering Desain (DED) atau desain teknis secara detail hingga teknis pelaksanaan pembangunan. Dalam hal konstruksi, Wika akan menggunakan sistem jembatan “unibridge”, yakni jembatan balok beton (girder) komposit yang menggunakan pin pada setiap sambungan antar-girder dengan konsep modular.

Sistem ini tidak memerlukan pengencangan berkala, seperti halnya penggunaan baut pada model konvensional. Selain itu, material jembatan memiliki desain yang kompak dan ringan serta lebih efisien dan lebih cepat dalam proses pembangunannya.

Jaminan Asuransi

Pada kesempatan yang sama, Pelindo III juga menjalin kesepakatan bersama PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo dalam hal penjaminan risiko atas aset yang dimiliki oleh Pelindo III. Dengan total premi sebesar Rp.11,274 miliar, Pelindo III akan memperoleh jaminan risiko pada tujuh sasaran yang meliputi: bangunan gedung, fasilitas tambat, pengoperasian alat bongkar muat, pengoperasian peralatan pemetaan laut.

Selain itu, polis asuransi juga mencakup tentang aspek manajerial serta keselamatan, baik kepada para pegawai maupun para pengguna jasa kepelabuhanan. Tampak hadir dalam penandatanganan perjanjian tersebut adalah Abdul Rofid Fanany selaku SVP Management System and Risk Management Pelindo III, dan Purwo Nugroho, Kepala Cabang PT Tugu Pratama Indonesia (Askrindo).

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com