Published On: Mon, Jul 10th, 2017

Halal Bihalal KKP, Menteri Susi: Polemik Cantrang sudah berakhir

Menteri KP Susi Pudjiastuti dalam acara Halal Bihalal KKP

MN, Jakarta – Suasana Hari Raya Idul Fitri 1438 H masih mewarnai acara Halal Bihalal keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dalam kesempatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir bersama jajaran pejabat dan pegawai KKP di Ballroom Gedung Mina Bahari 3, Kantor KKP Jakarta, Senin (10/7).

Kendati masih dalam suasana Bulan Syawal, namun polemik cantrang tetap masih menggema di seluruh tanah air. Bahkan 11 Juli 2017 ini, ribuan nelayan akan datang ke Istana Negara untuk menuntut kebijakan Susi soal cantarang.

“Saya tahu kebijakan tidak pernah sempurna. Tapi dengan hasil tangkapan yang melimpah, para pengusaha maupun pemilik kapal, tidak perlu lagi menggunakan alat-alat tidak ramah lingkungan. Kita sudah confirm bahwa cantrang memang tidak boleh digunakan. Polemik cantrang harusnya sudah tidak perlu dibahas lagi,” ujar Menteri Susi.

Di sisi lain, apa pun kekurangan dari dirinya, Susi meminta maaf kepada seluruh pihak baik yang pernah tersakiti maupun tidak agar nantinya dapat bekerjasama dengan baik membangun bangsa dalam sektor perikanan.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya ucapkan mohon maaf lahir dan batin. Tentu saja selama tiga tahun di KKP, tidak hanya hal yang baik saja. Pasti banyak yang jelek. Saya dengan tidak sabar dan temperamennya, pasti Bapak Ibu pernah merasa jengkel,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Susi menginginkan agar seluruh pegawai KKP untuk mengubah Indonesia semakin maju. Meski diakui, butuh proses dan kemauan dalam mengubahnya.

“Ketegasan kita dalam memerangi illegal fishing sudah terlihat. Meski ada beberapa yang tidak mendukung, hingga kontroversi akhir-akhir ini, realita tidak bisa kita bantah,” jelasnya.

Selain itu, ia menuturkan kebijakan dalam memberantas illegal fishing sudah dirasakan masyarakat dan industri kelautan dan perikanan.

“Nilai impor turun dan ekspor meningkat walau sedikit. Yang lebih penting tangkapan sekarang ini adalah hasil tangkapan kapal-kapal dalam negeri bukan kapal asing,” lanjutnya.

Menteri Susi juga menambahkan, kekuatan bisnis perikanan di laut Indonesia sangat berdampak dengan kebijakan pemerintah yang diberlakukan. Untuk itu, Menteri Susi meminta pelaku bisnis perikanan menaati aturan yang ada. Para pelaku usaha seyogyanya menyadari peraturan yang kini sudah berubah.

Pemerintah perlu dukungan semua pihak, semua tata niaga perikanan. Menurutnya, tidak ada lagi regulasi maupun kebijakan dikungkung oleh tata niaga yang begitu ketat dengan oligopoli dan monopoli.

“Saya ingin apapun yang terjadi, terutama perikanan di laut lepas  tidak boleh dikapling oleh satu atau beberapa birokrasi. Apa yang terjadi sekarang, kalau kita sampai mengalah, hal yang lama akan terjadi kembali. Kita tidak boleh begini di zaman globalisasi dan transparansi, di mana kedaulatan kita kalau kapal dikuasai ribuan kapal asing?”, tegasnya.

Di akhir sambutannya, Menteri Susi menanamkan semangat kepada para pegawai KKP untuk terus melakukan pembaharuan dalam peningkatan kinerja.

“KKP paling disorot, paling dicaci. Tapi saya senang dan saya bangga. Saya mohon dimaafkan jika banyak salah dan saya mohon tetap terus lanjut melakukan pembaharuan-pembaharuan,” pungkasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan periode-periode sebelumnya, yakni Freddy Numberi, Fadel Muhammad dan Sarwono Kusumaatmadja. Turut hadir pula komedian Cak Lontong yang telah mencairkan suasana dengan lawakan-lawakannya.
(Anug/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com