Published On: Mon, Apr 9th, 2018

Hubla Apresiasi 3rd FSRU and Small Scale LNG Shipping Forum 2018, Baik Untuk Bahan Kajian

Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Capt. Diaz Saputra, saat memberikan materi dalam 3rd FSRU and Small Scale LNG Shipping Forum 2018 di Hotel Dharmawangsa, Rabu (4/3).

Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Capt. Diaz Saputra, saat memberikan materi dalam 3rd FSRU and Small Scale LNG Shipping Forum 2018 di Hotel Dharmawangsa, Rabu (4/3).

MN, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan apresiasi atas digelarnya 3rd FSRU and Small Scale LNG Shipping Forum 2018 yang berlangsung di Hotel Dharmawangsa mulai dari 3 s.d 5 April 2017.

Forum yang digagas oleh Indonesia Maritime and Energy Society (IMES) bersama PT. Energy Nusantara dan All Events Group Singapore ini, menghadirkan berbagai topik bahasan terkait pendayagunaan FSRU dan Small Scale LNG Shipping di tanah air, yang menghadirkan banyak narasumber yang berasal dari institusi-institusi terkait.

Sebagai salah satu perwakilan pemerintah yang hadir dan memberikan materi dalam forum ini, Dirjen Hubla menilai bahwa keberadaan forum seperti ini sangat diperlukan untuk membuat suatu sistem yang lebih efisien.

Informasi dalam forum ini bisa dijadikan sebagai bahan kajian (review) untuk perbaikan atau pembenahan sistem yang sedang berjalan, yang nantinya terkait dengan penanaman investasi dalam berbagai aspek.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya forum-forum seperti ini, karena keberadaan forum-forum seperti ini baik dan bagus sebagai referensi untuk bahan pengkajian ulang (review) untuk perbaikan dan pembenahan, serta sebagai sarana untuk membentuk suatu sistem yang lebih efisien,” ungkap Kasubdit Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Capt. Diaz Saputra, yang hadir mewakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ir. Junaedi.

Lebih lanjut, ia juga mennginformasikan bahwa Kementerian Perhubungan terus mendorong penggunaan bahan bakar gas sebagai alternatif penggunaan bahan bakar minyak. Karena selain lebih ramah lingkungan, bahan bakar gas juga terbukti lebih efisien dan lebih aman dibanding minyak bumi.

Salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan bahan bakar gas untuk kapal-kapal perikanan yang telah dimulai saat ini, di mana Pertamina turut dilibatkan dalam konversi kapal-lapal tersebut.

“Saat ini, penggunaan bahan bakar gas di laut sudah dimulai dengan melakukan konversi terhadap kapal-kapal perikanan dengan menggunakan tabung gas 3 kg. Kami juga merasa sangat terbantu oleh Pertamina dalam program konversi ini dengan menyiapkan converter untuk konversi bahan bakarnya,” tukasnya.

Untuk misi ke depannya, ia menginformasikan sudah ada beberapa perjanjian tentang pembuatan kapal-kapal besar berbahan bakar gas ataupun bagaimana cara mengonversi kapal-kapal yang sudah ada menjadi berbahan bakar gas.

Salah satu kendala yang masih terjadi hingga saat ini ialah permasalahan distribusi yang infrastruktur pendukungnya sendiri belum sepenuhnya siap. Dan hal ini menjadi kendala yang cukup serius untuk program ini, apabila terjadi kapal sudah banyak yang dikonversi namun ternyata infrastruktur pendukungnya seperti stasiun pengisiannya belum siap, maka akan berdampak besar di kemudian harinya.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com