Published On: Sun, Oct 29th, 2017

Jembatan Bansir Diperbaiki, Kepadatan TPK Pontianak Meningkat Tajam

Dermaga TPK Pontianak

MN, Pontianak – Jembatan Bansir di jalan Imam Bonjol hanyalah jembatan kecil yang melintasi anak sungai Kapuas, ternyata sarana penghubung tersebut sangat vital sebagai akses keluar masuk distribusi barang ke Pontianak. Saat ini jembatan Bansir ditutup total karena sedang diperbaiki dan betonisasi, akibatnya kepadatan Terminal Petikemas (TPK) pelabuhan Pontianak Kalbar pun meningkat tajam.

Kepadatan Yard Occupancy Ratio (YOR) di TPK Pontianak mencapai 80%, pengaturan operasional dilakukan PT Pelabuhan Indonesia II/IPC cabang Pontianak, namun keterbatasan lahan memaksa pihak IPC menerapkan berbagai cara agar produktifitas arus barang tetap terjaga. Antara lain menyiapkan kade 05 (konvensional) untuk kegiatan bongkar muat petikemas non windows, apabila di dermaga TPK over capacity.

Menurut General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Pontianak, Wahyu Hardiyanto, sejak jembatan Bansir ditutup sementara, pihaknya berupaya menyinkronkan kegiatan bongkar muat dengan pembatasan waktu truk petikemas di jalan dalam kota. Termasuk mengatur traffic di area pelabuhan Pontianak bagi truk-truk yang ingin receiving dan delivery, sesuai surat edaran Walikota Pontianak.

“Kami tetap mengutamakan bagi Pelayaran yang sudah kontrak windows system di TPK Pontianak, seiring sinkronisasi operasional dengan keputusan Walikota terkait perbaikan jembatan Bansir yang direncanakan memakan waktu selama 51 hari kerja,” terang Wahyu Hardiyanto didampingi Manager TPK Hendri Purnomo kepada Maritimnews di Pontianak, Jumat (27/10).

Sebelumnya Pemerintah Kota Pontianak telah mengeluarkan pemberitahuan melalui surat edaran Walikota Pontianak nomor: /SE/DISHUB/2017 yang hanya memperbolehkan jenis kendaraan bertonase besar (truk petikemas 20 feet) beroperasi melintasi jalan dalam kota mulai pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sedangkan truk petikemas 40 feet dilarang sama sekali melintas di dalam kota Pontianak.

Untuk diketahui, jembatan Bansir merupakan jalur penghubung terdekat bagi truk-truk petikemas yang ingin membawa komoditi consumer goods maupun ekspor-impor menuju gudang di wilayah luar kota seperti Siantan maupun Singkawang. Seandainya saja posisi gudang tujuan berada di luar kota yang melalui wilayah Jeruju, maka kondisi jembatan Bansir yang sedang ditutup tidak akan mempengaruhi YOR TPK pelabuhan Pontianak.

Ditempat terpisah, Sekretaris DPW ALFI Kalbar, Budi Basari mengatakan, bahwa ALFI dalam rapat bersama pihak Pemkot Pontianak yang dihadiri Kepala KSOP Pontianak, telah mengajukan tambahan jam operasional bagi truk-truk yang melintasi jalur dalam kota. “Mengurangi kepadatan pelabuhan Pontianak, kami mengajukan permohonan agar ditambah jam operasional truk petikemas, selain yang jam 21.00 – 05.00 WIB dapat pula beroperasi pada jam 09.00 – 11.00 WIB namun belum ada tanggapan,” pungkasnya.

(Bayu/MN)

 

About the Author

- Jurnalis Maritimnews.com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com