Published On: Fri, Aug 26th, 2016

Kemenko Maritim Dorong BUMN Garam Tingkatkan Swasembada

Tambak Garam

Tambak Garam

MNOL, Jakarta – Kemenko Maritim berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Sekretariat Kabinet, BPPT dan PT Garam melakukan kunjungan lapangan ke tambak garam Bipolo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (25/08).

PT Garam sebagai BUMN garam menargetkan swasembada garam industri tahun 2020. Perluasan lahan tambak garam tak bisa dihindari. Tambak garam Bipolo seluas 385 ha di Nusa Tenggara Timur merupakan perluasan lahan PT Garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional.

“Saat ini produksi garam industri bersaing dengan garam industri dari luar negeri khususnya Australia, karena meskipun kita menggunakan metode membuat garam industrial grade yang sama dengan Australia, produksi kita masih kurang,” kata Direktur PT Garam Ahmad Budiono.

Ahmad Budiono menambahkan bahwa saat ini produksi garam nasional masih kurang untuk memenuhi kebutuhan nasional, tapi dengan dukungan Kemenko Maritim dan instansi-instansi terkait, diharapkan target swasembada garam industri 2020 dapat terwujud.

“Kami optimis akan ada swasembada garam untuk tahun-tahun ke depannya,” tambahnya

Sementara itu, Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Agung Kuswandono menambahkan bahwa kunjungan lapangan ini dimaksudkan untuk meninjau produksi garam di luar Jawa dan Madura yang dikelola PT Garam.

“Menuju swasembada garam nasional harus memanfaatkan potensi Nusa Tenggara Timur, saat ini kita masih membutuhkan 17.000 ha, padahal di Jawa dan Madura sudah sulit sekali menambah lahan baru,” ujar Agung. (Tan)

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom