Published On: Thu, Feb 9th, 2017

Kuliah Umum Geoffrey Till di Kampus UI, Jabarkan Konsep Pembangunan Negara Maritim

Foto Bersama – Geoffrey Till dan mahasiswa Unhan

MNOL, Depok – Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pertahanan (Unhan) menerima kuliah umum bersama dari Prof. Geoffrey Till dari Corbett Centre, King’s College, London. Kuliah umum berjudul “The Rise and Fall of Maritime Power in World History: Lessons for Indonesia” itu berlangsung di Auditorium Juwono Sudarsono, FISIP UI, Depok, (9/2/17).

Kuliah ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UI Prof. Arie Setiabudi Soesilo. Kuliah membahas faktor-faktor utama jatuh-bangunnya beberapa negara sebagai maritime power sehingga dapat ditarik pelajaran yang penting untuk Indonesia.

Secara umum, kebijakan nasional saat ini yang beorientasi ke maritim sudah tepat sesuai geopolitik Wawasan Nusantara. Untuk Indonesia, “being maritime” adalah memiliki kepentingan maritim sedangkan “being maritime power” adalah memiliki kekuatan mempertahankan kepentingan maritim.

Geoffrey Till mengemukakan gagasannya soal bagaimana suatu negara membangun kekuatan maritimnya yang memadukan seluruh unsur. “Kekuatan maritim harus dibangun dengan mengintegralkan seluruh unsur maritim yang ada di suatu negara. Jadi kekuatan maritim itu bukan hanya kekuatan Navy saja, ini yang harus kita bedakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Manajemen Petahanan (FMP) Laksda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. yang memimpin langsung mahasiswa Unhan dari Program Studi (Prodi) Keamanan Maritim, bersama-sama mahasiswa UI serta Perwira Siswa (Pasis) Seskoal menyimak kuliah dan menunjukkan antusiasme tinggi dengan banyaknya pertanyaan.

Ia menyatakan bahwa event ini sangat banyak manfaatnya terutama bagi mahasiswa Unhan Prodi Keamanan Maritim. “Ya kita banyak mendapat ilmu dalam bagaimana merumuskan pertahanan maritim dari tahapan perumusan kepentingan nasional maritim,” ujar Octavian.

Lebih lanjut lulusan AAL tahun 1988 ini menerangkan soal kepentingan nasional maritim itu harus diturunkan menjadi kebijakan dan strategi maritim pada tataran militer dan sipil.

“Hingga tahap berikutnya adalah menjabarkan strategi untuk TNI Angkatan Laut dan Bakamla,” pungkasnya.

Sedangkan Warek I Unhan Prof. Dr. Ir. Dadang Gunawan, M.Eng, menyampaikan bahwa kegiatan akademik ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Unhan untuk memahami cara pandang pemikir Barat atas visi kemaritiman Indonesia.

“Ini juga merupakan wujud nyata kontribusi Unhan dalam menjabarkan dan mengimplementasikan visi nasional Poros Maritim Dunia,” kata Dadang.

Acara ini juga dihadiri oleh Utusan Khusus Kemenhub untuk International Maritime Organization (IMO), Laksamana TNI (Purn) Dr Marsetio. Di mana Geoffrey Till merupakan kawan sekaligus pembimbingnya dalam merumuskan kebijakan maritim di Indonesia.

Kuliah umum ini bersifat terbuka yang dihadiri dari kalangan pemerintah, seperti dari Kemenko Maritim , Kemenko Polhukam, Kemhan, Kemlu, KKP, Mabesal, Bakamla, Koarmabar dan Satgas 115. Serta dari para pengamat,  peneliti dan LSM, CSIS, Institut Maritim Indonesia dan Jane’s Defence Indonesia. (An/MN)

 

 

About the Author

-

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha