Published On: Thu, Jun 8th, 2017

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan 3 Stanza, Ada Doa untuk Laut Indonesia

Pakar Geopolitik Suryo AB (Foto: Dok Fajar Iman Hasani)

MN, Jakarta – Pada bulan Juli 2017 mendatang Lagu Indonesia Raya akan dinyanyikan secara lengkap (3 stanza). Hal itu disampaikan oleh Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid saat memperingati Hari Pancasila, 1 Juni 2017 lalu.

Selama ini, yang kerap dinyanyikan secara wajib oleh instansi pemerintahan dan sekolah serta dikenal oleh masyarakat umum baru 1 stanza (stanza pertama). Padahal, lagu kebangsaan yang diciptakan oleh WR Supratman itu memiliki 3 stanza, di mana isinya terdapat doa-doa kepada tanah air Indonesia.

Menanggapi hal itu, pakar geopolitik Suryo AB menyatakan respons positifnya terhadap rencana tersebut. Pasalnya, menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza selain memuat doa-doa untuk tanah dan lautnya, juga sebagai penegasan terhadap Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.

“Di stanza ketiga ada doa untuk laut dan pulaunya yang mana merupakan suatu kesatuan. Baca Deklarasi Djuanda! Kalau sekarang baru satu stanza, doanya tanah tumpah darahku, makannya sekarang kita terus bertumpah darah di tanah kita,” ungkap Suryo.

Founder Akoe Indonesia itu lebih lanjut menyatakan konsep lagu kebangsaan dengan format 3 stanza merupakan ciri negara berperadaban maju. Ia pun salut bahwa para pendiri negara ini sudah berfikir ke arah sana.

“Negara kita ini negara hebat, lihat saja Mukadimahnya. Para pendiri negara ini memang bukan main-main mengonsep negara kita,” tandasnya.

Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Prancis itu mengerti betul bagaimana tingginya peradaban bangsa dengan memanfaatkan ruang hidupnya. Indonesia memiliki ruang hidup berupa dua pertiganya lautan, jadi sudah semestinya memanfaatkan potensi laut itu untuk kepentingan nasionalnya.

“Jadi bicara laut atau maritim itu jangan hanya bicara slogan-slogan saja. Dalamnya ada makna geopolitik untuk kejayaan suatu bangsa,” tandasnya lagi.

Besar harapannya, ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan 3 stanza, yang dalamnya memuat doa untuk lautan, akan memperbaiki niatan bangsa Indonesia untuk mengelola lautnya dengan baik.

“Ingat perjuangan para pendiri negara ini bukan hanya untuk bangsa Indonesia saja, tetapi untuk seluruh bangsa di dunia. Kalau di dalam negeri saja kita masih begini bagaimana mau menjalankan amanat Pembukaan UUD 45 kita,” pungkasnya mengakhiri.

Berikut teks lagu Indonesia Raya lengkap dengan 3 stanza:

Stanza 1
(versi resmi Pemerintah, ditetapkan dengan PP44/1958)

Indonesia Tanah Airku Tanah Tumpah Darahku
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku Bangsa Dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru Indonesia Bersatu

Hiduplah Tanahku Hiduplah Negeriku
Bangsaku Rakyatku Semuanya
Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku yang Kucinta

Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 2
(tercakup PP 44/1958)

Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya
Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya
Indonesia Tanah Pusaka Pusaka kita Semuanya
Marilah kita Mendoa Indonesia Bahagia

Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya
Bangsanya Rakyatnya Semuanya

Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku Yang Kucinta

Indonesia Raya Merdeka Merdeka 
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza 3
(tidak tercakup PP44/1958)

Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti
Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi
Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi

Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya
Pulaunya Lautnya Semuanya

Majulah Negerinya Majulah Pandunya 
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahku Negeriku Yang kucinta

Indonesia Raya Merdeka Merdeka 
Hiduplah Indonesia Raya  

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>