Published On: Fri, Apr 21st, 2017

Libatkan Interpol, Satgas 115 masih Kejar Kapal Pencuri Kerangka Seven Skies dan Igara Skies

Menteri Susi bersama Laksdya TNI Ahmad Taufiq

MNOL, Jakarta – Bertempat di kediamannya di Komplek Widya Candra, Jakarta (21/4), Menteri Susi melakukan Press conference didampingi oleh Sekjen dan Dirjen dari KKP serta Laksdya TNI Ahmad Taufiqoerrachman selaku  Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut sekaligus Ketua Pelaksana Harian Satgas 115. Press conference itu terkait penangkapan kapal keruk asing yang baru terjadi kemarin di wilayah teritorial Indonesia disekitar perairan Anambas, Kepulauan Riau, Jum’at 21 April 2017.

“Saat hendak ditangkap kapal yang masih belum dikenal identitasnya ini berhasil mengangkut 1000 ton metal benda cagar budaya. Yang dicuri dari lokasi bangkai kapal asing yang karam pada 1969. Namun sangat disayangkan setelah berhasil mengevakuasi para ABK Kapal yang berjumlah 20 orang, terdiri dari 16 Warga Negara Tiongkok, 3 Warga Negara Malaysia, dan 1 Warga Negara India. Kapal tersebut berhasil melarikan diri ke wilayah Utara di luar garis teritorial kita,” ujarnya.

Ada 3 Kerangka Kapal yang tenggelam ini merupakan Kapal Seven Skies punya Swedia dan Kapal Jepang Igara Skies. Seven Skies merupakan kapal supertangkers dengan panjang 262 meter, buatan Swedia. Tenggelam di kedalaman 64 meter pada tahun 1969 akibat ledakan yang kurang diketahui dan sering menjadi dive spot para wisatawan. Yacht dari Singapura dan Malaysia juga biasa berlabuh membawa wisatawan menyelam di kedua shipwreck tersebut.

“Saat ini KKP akan melakukan notice kepada Interpol melalui Kementerian Luar Negeri untuk penyelidikan lebih lanjut terkait keberadaan kapal tersebut. Melihat kapal tersebut melarikan diri bukan lagi di wilayah teritorial Indonesia”, Kata Susi.

Terkait  operasi ini, Wakasal Laksdya TNI Ahmad Taufiqoerrachman sekaligus Ketua Harian Satgas 115 menambahkan sebenarnya operasi ini bukan merupakan operasi yang terencana, melainkan ada informasi dari nelayan ada kapal yang mencurigakan.

“Lalu kita terjunkan Patkamla kecil yang berjumlah 4 personel untuk memeriksa kapal tersebut,” kata Taufiq biasa akrab disapa

“Aparat patroli kemudian naik ke kapal tersebut dan menemukan ada 20 ABK, ketika ditanya petugas, mereka menyatakan bahwa Nakhoda sedang berada di darat, faktanya nakhoda masih bersembunyi di dalam kapal dan berhasil kabur saat petugas memindahkan ABK. Dan kapal tersebut berhasil kabur dengan membawa Logam berat tersebut,” tegasnya.

“Saat ini posisi ABK pun sudah kita amankan di Tarempa dan Jemaja untuk dimintai keterangan terkait kaburnya Nakkoda tersebut,” tambah pria asal Sukabumi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan Tim Satgas 115 masih belum  mengungkapkan identitas detail kapal berkapasitas 8000 GT itu karena masih menunggu keterangan para ABK.

“Terkait Barang Muatan Kapal Tenggelam  (BMKT) di dua kapal karam tersebut, Susi berencana akan mengangkat sendiri barang-barang yang masuk kategori benda cagar budaya itu. Namun belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Dan akan dikelola sendiri di Museum Nasional. Sambil menunggu moratorium BMKT,” tandas Susi lagi.

Menurut perempuan yang sudah malang melintang di dunia perikanan ini juga memaparkan hasil kinerja KKP melalui Satgas 115 dari Januari hingga April yang masih banyak menemukan pencurian ikan.  Dari total 106 kasus kapal yang tertangkap, masing masing ditangani oleh TNI AL sekitar 37, PSDKP 57, dan Polair 12.

Dari hasil temuan ini paling banyak kapal asing itu berasal dari Vietnam, Malaysia dan Taiwan.

“Ke depannya kita akan lebih meningkatkan pengamanan wilayah laut melalui berbagai koordinasi dengan instansi terkait, agar kejadian ini tidak terulang. Dan perairan kita bebas dari kapal asing yang hendak mencuri kekayaan laut kita,” pungkas Susi.

(Sutisna/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha