Published On: Sat, Sep 23rd, 2017

Mari Selamatkan Hari Maritim Kita

Mari Selamatkan Hari Maritim Nasional Kita.

Mari Selamatkan Hari Maritim Nasional Kita.

MN, Jakarta – Tepat 54 tahun yang lalu, 23 September 1963,  Presiden pertama RI Ir. Soekarno menggelar Musyawarah Nasional Maritim Pertama di sekitar daerah Tugu Tani. Hampir seluruh pemangku kepentingan maritim nasional hadir dalam gelaran yang pertama kali dilaksankan paska Indonesia merdeka tersebut.

Setahun kemudian, Bung Karno menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Maritim Nasional melalui SK Nomor 249/1964 yang dikeluarkan pada tanggal 24 September 1964 dan masih berlaku hingga sekarang. Jelas sudah bangsa ini sebagai bangsa pelaut, dengan jajaran pulau-pulau terbanyak di dunia serta garis pantai nomor dua terpanjang di dunia telah memiki hari maritimnya sendiri.

Namun yang terjadi sekarang ini justru bukan tanggal 23 September yang diperingati sebagai hari maritim nasional oleh beberapa kalangan, melainkan 21 Agustus yang entah kapan, di mana, dan oleh tanggal tersebut ditetapkan.

Merujuk pada halaman http://setkab.go.id/hari-hari-penting-di-indonesia/ , laman resmi milik Sekretariat Kabinet (Setkab) RI, tentang hari-hari penting di Indonesia, Setkab telah mengelompokan hari-hari penting nasional tersebut ke dalam empat kelompok, yaitu hari-hari besar nasional yang ditetapkan oleh Presiden, hari-hari yang ditetapkan oleh masing-masing menteri/kepala lembaga, hari-hari yang ditetapkan/disepakati oleh masing-masing lembaga/komunitas tertentu, dan hari-hari besar keagamaan.

Dari keempat kelompok hari-hari penting nasional tersebut, hari maritim nasional dikelompokan pada kelompok yang pertama, yaitu  hari-hari besar nasional yang ditetapkan oleh Presiden, sesuai dengan SK Nomor 249/1964 yang dikeluarkan pada tanggal 24 September 1964.

Sedangkan 21 Agustus sendiri, tak ada dalam daftar tersebut di seluruh kelompok yang ada. Jadi, apa dasar beberapa pihak tersebut memperingati 21 Agustus sebagai hari maritim nasional? Jika merujuk pada satu heroik yang terjadi pada tanggal tersebut maka sudah tepatkah bila tanggal tersebut dijadikan sebagai hari maritim nasional, sementara di sisi lain pemerintah yang saat itu dipimpin oleh Bung Karno telah menetapkannya lebih dahulu, yang tentunya dengan jaian dan pertimbangan yang matang sebelumnya.

Dan menjadi sangat ironis, ketika di dunia maya justru tanggal 21 Agustus lah yang  lebih populer sebagai hari maritim nasional kita. Bahkan laman Wikipedia pada saat ini pun telah mengklasifikan hari ][maritim nasional adalah di tanggal 21 Agustus tersebut. Meskipun Wikipedia bukanlah referensi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, namun tetap popularitasnya sebagai wadah pemberi informasi yang telah umum digunakan cukup berbahaya bila tetap dibiarkan keliru seperti itu.

Beberapa permasalahan tersebut, masih ditambah lagi dengan turut sertanya Kementerian Kelautan dan Peringatan memperingati tanggal 21 Agustus sebagai hari maritim nasional. Mungkin hal ini lah yang menjadikan banyak instansi ataupun perusahaan yang terkait dengan kemaritiman pun turut membuat ucapan selamat hari maritime nasional pada tanggal 21 Agustus yang lalu.

Hal ini tidak boleh dibiarkan terus menerus terjadi. Jika banyak organisasi yang terpecah belah pada saat ini, di mana saling klaim sebagai pengurus yang sah, aneh rasanya bila hal ini terjadi juga di sebuah hari besar dan penting berskala nasional, yang telah jelas penetapan dan juga sejarah yang melatar belakanginya.

About the Author

- Redaktur

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha