Published On: Sat, Jan 6th, 2018

Maritim Berkarya hadir menjadi Wadah Politik bagi Pelaut

Deklarasi Maritim Berkarya

MN, Jakarta – Indonesia sebagai negara kepulauan terluas di dunia, ironis ketika nasib pelaut di negeri ini belum mendapat kedudukan yang baik. Pelaut sebagai SDM utama negara maritim, kini masih banyak dihadapkan dengan praktik-praktik penindasan.

Atas dasar itu, dengan upaya membenahi kondisi pelaut baik dalam tataran kebijakan hingga grass root, Oraganisasi Maritim Berkarya yang dipelopori oleh para pelaut yang terhimpun dalam Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) didirikan.

Dengan berbagai fenomena ketertindasan yang dialami oleh pelaut, salah satu penyebabnya ialah pelaut tidak memiliki bergainning power yang kuat dalam membuat kebijakan.

“Maka dari itu kami mengajak para pelaut untuk melek politik agar menjadi kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Selama ini kita tidak memiliki perwakilan baik itu di tataran legislatif maupun eksekutif, sehingga kami terus tertindas,” ujar Andriyani Sanusi, ketua PPI yang juga sekaligus Ketua Maritim Berkarya.

Ketika hal itu disampaikan kepada pengurus Partai Berkarya, yang beberapa hari lalu baru dinyatakan lolos faktual di KPU, tercetuslah suatu sayap partai yang bernafaskan maritim. Sayap partai yang dimotori oleh para pelaut itu kemudian diberi nama Maritim Berkarya.

Partai besutan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Suharto itu menerima kehadiran para pelaut ini mengingat Indonesia memiliki sejarah maritim yang baik. Di mana para pelaut menjadi pilar kejayaan Nusantara dari masa ke masa, maka perlu diakomodir perjuangannya.

Setelah menunggu proses verifikasi, akhirnya Sabtu, 6 Januari 2017, dilakkukan sebuah deklarasi Sayap Partai, ‘Maritim Berkarya” oleh Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng A. Tuty beserta jajaran kepengurusannya.

“Ketika pelaut buta politik, akhirnya kondisinya seperti ini, hidup segan mati tidak mau. Tidak memiliki visi yang akhirnya berdampak pada kehidupan mereka dan keluarganya,” tambah Andri.

Masih kata dia, dengan mengutip ucapan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, pada saat mana politik hanya dikuasai oleh orang-orang yang tidak baik maka tinggal tunggu waktunya orang-orang baik akan terpinggirkan. Analogi tersebut, menurutnya tepat untuk menggambarkan keterwakilan pelaut saat ini.

“Kalau kita lihat kondisi pelaut saat ini yang menderita, itu karena mereka selama ini apatis terhadap politik. Maka itu sekarang momen yang tepat untuk kita semakin menyolidkan barisan membentuk kekuatan politik dalam menghadapi Pemilu 2019,” tandas pria asal Sumatera Barat itu.

Deklarasi ini sebagai tanda resminya kepengurusan pusat Maritim Berkarya yang nantinya akan diikuti oleh pembentukan kepengurusan daerah. Deklarasi ini ditandai dengan penyerahan pataka Maritim Berkarya dari Neneng. A.Tutty kepada Andriyani Sanusi.

Sayap partai yang memiliki motto ‘Di Laut Kita Jaya, Di Darat Kita Berkarya’ ini menjadi wadah para pelaut atau masyarakat yang peduli kepada sektor kemaritiman Indonesia untuk berpolitik sekaligus merumuskan konsep yang tepat bagi perwujudan negara maritim Indonesia.

“Kita optimis kalau kita memiliki perwakilan di tataran pembuat kebijakan, perjuangan kita selama ini untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaut akan semakin mudah,” pungkas Andri.

(Anug/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com