Published On: Wed, Jul 12th, 2017

Melalui IIDS 2017, Unhan wujudkan program APSC dan kawal National Interest

Foto Bersama dalam Pembukaan IIDS 2017 di Hotel Aston Sentul (12/7)

MN, Bogor – Event Indonesia International Defense Science (IIDS) seminar 2017 yang berlangsung 12-13 Juli 2017 di hotel Aston, Sentul, Bogor, menjadi ajang unjuk kemampauan Indonesia dalam ilmu pertahanan. Seminar yang diselenggarakan oleh Universitas Pertahanan (Unhan) itu dihadiri oleh para pakar pertahanan dari Eropa, Asia, Amerika dan Australia.

Di sisi lain, Unhan telah mewujudkan salah satu program aksi ASEAN Politico-Security Community (APSC) melalui seminar ini. Sebagaimana ASEAN Charter, maka di dalam blueprint APSC dimuat berbagai program aksi untuk mewujudkan APSC hingga tahun 2025.

Berdasarkan agenda ASEAN Regional Forum Head of Defense Universities and Colleges and Institutions Meeting (ARF HUDCIM), maka Unhan untuk pertama kalinya menyelenggarakan IIDS Seminar. Hal itu tentu berdampak pada nama harum Indonesia di pentas dunia internasional.

Pengamat militer Dr. Susaningtyas Kertopati menilai bahwa sebagai bagian dari komunitas universitas pertahanan pada tataran regional dan global, maka Unhan menyelenggarakan seminar internasional itu sendiri sebagai bagian dari tahapan memperoleh akreditasi internasional guna tercapainya Unhan sebagai World Class Defense University pada tahun 2024.

“Melalui seminar internasional, maka hubungan Unhan dengan beberapa universitas pertahanan dari negara lain dapat berjalan lebih erat lagi,” ujar Nuning biasa akrab disapa.

Unhan juga mengundang beberapa universitas pertahanan dari Amerika, Eropa, Asia, Australia dan Afrika untuk hadir dalam seminar ini.

Kehadiran universitas pertahanan negara-negara lain tentunya menambah kredibilitas Unhan sebagai leading sector sekaligus promotor disiplin ilmu pertahanan sebagaimana tema seminar internasional ini yaitu  New Thingking For Strategic Policy in the Field Of Security Stability and Humanities Affairs in Region of Asia Pacific and Oceania.

Sebagai Dosen Unhan, ia juga berpendapat bahwa kredibilitas akademis Unhan dapat semakin tinggi dengan diterimanya hasil-hasil seminar internasional oleh ASEAN General Secretariat sebagai kontribusi nyata KTT ASEAN berikutnya.

“Unhan sangat fokus untuk meningkatkan kohesivitas ke-10 negara anggota ASEAN melalui forum-forum ilmiah dan pertukaran pandangan antar dosen dan peneliti sesama universitas pertahanan di lingkungan ASEAN,” pungkasnya.

Kepentingan Nasional

Sementara itu Ketua Komisi I DPR RI, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari di sela-sela seminar tersebut mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan Unhan dalam menggelar event ini. Antusiasme dari para peserta seminar pun tak luput dari rasa kagumnya.

“Peserta seminar dalam diskusi-diskusi akademis yang fokus pada ilmu pertahanan sangat interaktif dalam seminar ini. Para pembicara dari luar negeri dan dalam negeri juga sangat konsisten dan kompeten dalam melakukan analisa berbagai isu-isu di dunia dari perspektif pertahanan, yang pada muaranya terkait dengan kepentingan nasional (national interest-red) Indonesia di masa depan,” kata Kharis.

Harapannya, dengan kapabilitas Unhan maka kepentingan nasional Indonesia semakin menggema di kancah dunia internasional.

“Saya yakin kemampuan Unhan dapat mengawal kepentingan nasional Indonesia di forum-forum ilmiah seperti seminar internasional ini,” ujarnya mengakhiri.

 

(Adit/MN)

 

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com