Published On: Tue, Apr 4th, 2017

Mengenal lebih jauh Sosok Jenderal Terumbu Karang

Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana, Sang Jenderal Terumbu Karang

MNOL, Jakarta – Dikenal low profile dan konsisten terhadap suatu cita-cita, Purnwirawan Korps Marinir TNI AL ini menjadi panutan yang bagi anak buahnya dan merupakan pelopor terhadap suatu gerakan besar dalam menuju Poros Maritim Dunia. Dia lah Mayjen TNI (Purn) Buyung Lalana, mantan Dankormar yang sukses dengan kegiatan Save Our Litoral Life (SOLL) itu kini menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (PB POSSI).

Pria kelahiran Bandung 59 tahun silam ini menamatkan pendidikan AKABRI Laut-nya pada tahun 1983. Bang Buyung, sapaan akrabnya kemudian masuk di Korps Baret Ungu (Marinir), salah satu Kotama di TNI AL yang akhirnya turut membesarkan namanya.

Sejak lulus di Kawah Candradimuka Bumimoro, puluhan penugasan diembannya dari misi Satgas Keris Timor Timur tahun 1984, Satgas Sapu Jagat Timor Timur tahun 1986, Satgas Cakra KTT Asean di Filipina tahun 1987, Latsitrada Nusantara 88 Kalimantan Barat, Satgas Kosektor I Ambon tahun 2001, Satgas Muara dan Perairan II Nangroe Aceh Darussalam tahun 2004 hingga Satgas Delegasi RI On Counter Of Terrorism tahun 2011.

Jabatan Yontaifib yang merupakan pasukan khusus Marinir juga pernah disandangnya yang kemudian dirinya dipercaya memegang jabatan Danpasmar 2. Dengan segudang pengalamannya itu, ia kemudian diamanatkan oleh pimpinan TNI AL menjadi Danlantamal XI Merauke pada tahun 2013.

Puncak karirnya di korps bermotto Jaleshu Bhumyamca Jayamahe itu ialah menjabat sebagai Komandan Korps Marinir pada tahun 2015 menggantikan Mayjen TNI (Mar) A Faridz Washington. Saat menjabat sebagai orang nomor satu di korps yang dahulu bernama KKO ini, ia mencanangkan gerakan penyelamatan ekosistem laut dalam rangka perwujudan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia bernama SOLL.

Event yang juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Kemerdekaan Indonesia ke-70 itu berjalan sukses dan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah. Alhasil,event ini mendapat dukungan dari banyak pihak dan menjadi suatu gerakan yang massif untuk menjaga kelestarian terumbu karang sebagai masa depan masyarakat pesisir dan nelayan Indonesia.

Dari situ julukan sebagai Jenderal Terumbu Karang melekat pada suami Ny Adriana Buyung Lalana ini. Suatu penobatan yang memang sesuai dengan hobi dan jiwanya, yaitu pecinta lingkungan hidup khususnya di laut. Sehingga tak salah jika dirinya kini terpilih sebagai Ketua PB POSSI periode 2016 – 2020.

Mayjen TNI Mar Buyung Lalana bersama istri Ny Adriana Buyung Lalana

Dibawah pimpinannya, Korps Marinir pun juga sukses menggelar event Ekspedisi Cartenz yang didukung Kemenko Maritim semasa pimpinan Indroyono Soesilo. Komitmennya sangat jelas dalam mempertahankan setiap jengkal wilayah NKRI baik darat maupun lautnya.

Selain menjabat sebagai Ketua PB POSSI di masa pensiunnya saat ini, dirinya juga dipercaya menjadi ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Jawa Barat periode 2017-2022. Dalam pemerintahan ia saat ini juga menjabat sebagai staf ahli di Kementerian Perhubungan.

Dedikasinya yang luar biasa dalam berbagai lini itu mengantarkan dirinya sebagai putra asli Jawa Barat yang sukses dalam meniti karir.

The old soldier never die, itulah prinsip para Purnawirawan TNI pasca menjadi perwira aktif di dalam tubuh TNI. Kiprah dan pengabdiannya untuk kepentingan bangsa dan negara tak pernah padam dan hanya akan berhenti ketika ajal memanggil.

Bangsa Indonesia kini menanti pengabdian Bang Buyung dalam konteks yang lebih luas. Pikiran dan tenaganya terus dibutuhkan dalam rangka menyukseskan cita-cita Indonesia sebagai negara maritim yang besar, berwibawa dan digdaya. Selamat mengabdi dan berkarya, Bang Buyung…Jalesveva Jayamahe!

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha