Published On: Sat, Dec 24th, 2016

Menko Luhut: Pemerintah sudah Bikin Narasi Besar Poros Maritim Dunia, Tinggal Jalankan

Menko Maritim Luhut B Pandjaitan

MNOL, Jakarta – Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan beberapa kemajuan yang telah dicapai dalam visi poros maritim dunia yang menyangkut lima pilar pembangunan maritim. Hal itu ia sampaikan saat konferensi pers Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/12).

Menurutnya, konsep poros maritim dunia sudah memiliki narasi besar yang diluncurkan lewat buku Putih Kemaritiman yang diluncurkan oleh Kemenko Kemaritiman beberapa waktu lalu.

“Ya konsep poros maritim dunia itu sudah ada narasi beasarnya dan sudah ada juga tolok ukur pencapaiannya di masing-masing pilarnya. Sampai saat ini semuanya berjalan baik,” terang Luhut.

Memasuki tahun 2017, pihaknya juga sudah menyiapkan beberapa program prioritas, salah satunya terkait dengan percepatan investasi di sektor kemaritiman. Kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu juga dalam pembicaraan membahas proyek kerjasama  Pelabuhan Patimban dan proyek Masela yang hampir mencapai kesepakatan.

Sambung Purnawirawan TN AD tersebut, untuk menjalankan visi poros maritim dunia tentu tidak semuanya dapat di-cover oleh anggaran APBN. Pasalnya, dalam APBN hanya ditanggung sekitar 25 persen sementara sisanya bisa di-cover oleh swasta.

“Makannya itu kita terus menjalin kerjasama dengan negara-negara lain agar mau berinvestasi di sektor ini,” tandasnya.

Soal Pelabuhan Patimban, Luhut menegaskan sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara  Kemenhub dan JICA (Japan International Cooperation Agency) untuk detail engineering sudah selesai dilakukan. Dari pihak Indonesia, Kementerian Perhubungan menyusun DED (Detail Engineering Design)  yang akan melibatkan BPPT, Pelindo dan pihak Jepang.

“Poyek ini nilainya cukup besar, mencapai 3,088 miliyar dolar,” tambahnya.

Pelabuhan Patimban sendiri sudah masuk Bluebook (daftar rencana pinjaman/hibah luar negeri) Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).  Ini akan membuat ekonomi Jawa Barat akan tumbuh dengan bagus.

Menyinggung Proyek Masela, Menteri Luhut mengatakan proyek ini juga hampir mencapai kesepakatan. Menurut Menko Luhut, nantinya akan ada tiga proyek dalam proyek Masela ini.

“Kami masih tunggu perjanjian tertulisnya. Nanti akan ada proyek LNG, Petrokimia dan pabrik pupuk. Petrokimia dan pabrik pupuk belum pernah terpikirkan oleh kami sebelumnya. Ada dua masalah yang sudah bisa diselesaikan dalam kunjungan tersebut, yaitu kompensasi waktu dan peningkatan kapasitas produksi,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan pemerintah akan memberi tambahan kontrak kepada Inpex untuk Blok Masela selama 7 tahun, bukan 10 tahun seperti yang diminta oleh Inpex.

“Sampai sekarang itu mereka minta 10 tahun tapi kami melihat angka yang realistis 7 tahun,” ujarnya. Tentang cost recovery yang diminta Jepang,  pada kunjungan itu pihak Jepang menyepakati besarnya mencapai  US$1,2 miliar,” pungkasnya. (Tan/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha