Published On: Tue, Jan 16th, 2018

Museum Bahari Terbakar, Simbol Sejarah Maritim Jakarta Musnah

Museum Bahari terbakar. (Foto: Warganetizen)

MN, Jakarta – Lebih baik seribu gedung terbakar daripada satu museum terbakar. Itulah ungkapan yang santer di kalangan penggiat sejarah terhadap suatu warisan sejarah. Ungkapan itu menandakan betapa pentingnya museum sebagai suatu bangunan lintas zaman yang menjadi saksi sejarah terhadap suatu kejadian.

Museum Bahari sebagai simbol kemaritiman kota Jakarta pagi tadi sekitar pukul 8.55 Wib terbakar. Museum yang berada di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan itu dahulu merupakan gudang rempah milik VOC, yang oleh Pemprov DKI Jakarta resmi dijadikan cagar budaya sebagai museum pada tahun 1977.

Akibat peristiwa ini, dilaporkan koleksi miniatur model dan alat-alat navigasi yang terletak di lantai 2 ludes terbakar. Museum yang menjadi latar pembuatan sinetron Si Manis Jembatan Ancol pada era 90-an ini dipastikan mengalami kerusakan hebat pasca kebakaran tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berseragam pemadan pun langsung meninjau kebakaran yang terjadi di Museum Bahari, Jakarta Utara, Selasa (16/1/2018).

Saat tiba di lokasi, Anies langsung disambut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Tinia Budiati, Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad, dan Kepala UPT Kawasan Kota Tua Norviadi S Husodo.

Anies kemudian mendekat ke bangunan museum yang terbakar. Dia berbicara dengan Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Subejo yang tengah memadamkan api.

“Intinya kita mengamankan lokasi terlebih dahulu dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan,” ujar Anies.

Ia pun sangat menyayangkan dengan terjadinya kejadian yang menimpa warisan sejarah ini. Menurutnya, keberadaan Museum Bahari menjadi bagian terpenting dari perjalanan sejarah bahari kota Jakarta.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Subejo mengatakan Gedung C, khusunya di lantai 2 museum mengalami kerusakan paling parah akibat kebakaran.

“Ya itu tadi Gedung C, terutama di lantai 2 yang mungkin agak rusak. Selain itu Gedung A juga kena sedikit ya,” ungkapnya.

Dalam kehidupan suatu bangsa, keberadaan museum amat penting. Karena di sinilah benda dan arsip sejarah tersimpan dengan baik. Kendati bangunan ini adalah peninggalan VOC yang telah lama menjajah kita, setidaknya generasi saat ini perlu mengetahui bagaimana pola penjajah menguasai Nusantara dahulu.

Oleh beberapa komunitas maritim, Museum Bahari juga dijadikan pusat kegiatan mereka dalam berkumpul dan menyelenggarakan acara. Salah satunya Generasi Maritim (Gen-M), setiap bulan puasa selalu mengadakan acara buka bersama di tempat bersejarah ini.

“Kita bingung setelah gedung ini terbakar kita tidak ada tempat buat berkumpul dan belajar lagi,” ujar Yudi, salah satu anggota Gen-M yang turut menyaksikan puing-puing berjatuhan termakan api.

 

(Anug/MN)

 

 

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com