Published On: Tue, Oct 10th, 2017

Pelabuhan Kuala Tanjung, Ujung Tombak Tol Laut di Selat Malaka

Proyeksi Kuala Tanjung

MN, Medan – Program Tol Laut yang bertujuan untuk memperlancar arus distribusi barang dan jasa lewat laut, serta untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional tak lepas dari peranan pelabuhan. Pelabuhan utama yang bertaraf internasional menjadi prioritas pembangunan infrastruktur pemerintah guna mewujudkan visi Poros Maritim Dunia.

Di Selat Malaka, Pelabuhan Kuala Tanjung tengah diproyeksikan untuk itu. Pelabuhan ini akan menjadi simbol kekuatan NKRI di selat teramai di dunia tersebut dan menjadi penyambung ke pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan Samudera Hindia.

Dalam kesempatan saat mengunjungi Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu, Menko Kemaritiman Luhut B pandjaitan memaparkan keinginannya agar Pelabuhan Kuala Tanjung yang teletak di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, mempunyai kedalaman hingga 14 Meter.

“Kemudian juga Pelabuhan Kuala Tanjung, itu kita ingin kedalamannya sampai ke 12-14 meter, supaya kapal kapal besar bisa masuk,” tandas Luhut.

Pelabuhan Kuala Tanjung yang sudah beroperasi sejak Agustus 2017 lalu hingga kini masih belum banyak disinggahi oleh kapal-kapal besar. Hal itu yang membuat pemerintah khususnya Kemenko Maritim menggebu untuk membenahi pelabuhan ini agar menjadi ujung tombak Tol Laut di Selat Malaka.

Purnawirawan Baret Merah itu lebih lanjut mengutarakan, komoditi di Sumatera Utara dan sekitarnya harus bisa dioptimalkan pengangkutannya lewat Kuala Tanjung.

“Industrial estate seperti kelapa sawit dan produksi turunannya itu bisa di sana, jadi kita ekspor itu sudah punya nilai tambah,” terangnya.

Selain pelabuhan, infrastruktur jalan juga disiapkan hingga 10 tahun ke depan. Hal itu mengingat arus logistik lewat laut dengan pelabuhan sebagai sarana utamanya juga harus didukung akses jalan yang dari dan menuju pelabuhan.

“Nah kemudian jalan sini ke Dumai, itu menjadi satu kesatuan itu sampai ke Kantu Prapat. Jadi ini satu terintegrasi. Proyek itu bisa nilainya bisa beberapa belas milyar dollar dalam kurun waktu mungkin 5 sampai 10 tahun, dan itu akan menciptakan lapangan kerja di Sumatera Utara,” beber Luhut.

Tak hanya itu, Pelabuhan Kuala Tanjung juga menjadi titik penentu guna menyuplai kebutuhan energi di Sumatera Utara. Hal itu akan berimplikasi kepada pertumbuhan ekonomi dan industri di Sumatera Utara.

“Sumatera Utara ini punya turis destinasi yang bagus, punya juga tempat industri yang bagus, dengan harga listrik yang relatif murah, karena dari hidropower dan strategic location-nya, berasal dari Selat Malaka, jadi cost-nya lebih murah,” tuturnya mengakhiri.

Setelah gagalnya Batam pada era Presiden Habibie untuk menyaingi Singapura sebagai pelabuhan utama di Selat Malaka, Kuala Tanjung diharapkan mampu berperan banyak di choke point dunia tersebut. Jejak kejayaan Kesultanan Aceh yang memegang kendali atas selat ini selama abad 15-16 dapat terulang dengan Kuala Tanjung.

 

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha