Published On: Sun, Apr 15th, 2018

Pelabuhan Pontianak hanya Andalkan High Productivity Alat dan Pengerukan Alur Sungai

GM Pelabuhan Pontianak, Adi Sugiri

MN, Pontianak – PT Pelabuhan Indonesia II/IPC telah mencanangkan pembangunan Terminal Kijing Mempawah sebagai solusi atas kondisi lahan pelabuhan Pontianak yang stagnant. Fakta dilapangan menunjukkan, pelabuhan Pontianak tidak lagi punya lahan untuk bangun container yard atau dermaga baru, apalagi harus mereklamasi sungai Kapuas.

Show must go on, sampai fasilitas Terminal Kijing Mempawah rampung, maka kinerja terkait operasional PT Pelabuhan Indonesia II Pontianak bukan hanya berdiam diri alias pasrah. Manajemen harus menyiasati dengan upaya yang dapat meningkatkan produktivitas arus barang dan petikemas.

General Manager IPC Cabang Pontianak, Adi Sugiri mengatakan bahwa pembangunan Terminal internasional Kijing memang ditargetkan beroperasi pada tahun 2019, dimana terminal tersebut diprioritaskan bagi kegiatan ekspor. Sedangkan kapal petikemas domestik tetap melakukan kegiatan di pelabuhan Pontianak.

“Keterbatasan lahan pelabuhan Dwikora Pontianak menyebabkan IPC tidak bisa melakukan pengembangan lahan penumpukan atau menyediakan dermaga baru. Kami hanya mengandalkan high productivity alat serta melakukan perawatan alur Sungai Kapuas setiap tahunnya,” jelas Adi Sugiri kepada Maritimnews, Kamis (12/4).

Untuk optimalisasi fasilitas, lanjut Adi, manajemen meningkatkan kinerja RTG dengan mengganti diesel memakai tenaga listrik. Kemudian mengeruk alur Sungai Kapuas dibeberapa titik yang kerap mengalami pendangkalan. Panjang alur pelayaran dari muara Sungai Kapuas kecil hingga ke Pelabuhan Pontianak sepanjang 31 km (17 knot/mil).

“Lebar alur pelayaran muara Sungai Kapuas sepanjang 80 meter dengan kedalaman minus 3,5 LWS, yang sering bermasalah pada bui 3-4 akan dikeruk menjadi minus 5 LWS. Upaya kami mencapai high productivity alat dan alur akan terus berlangsung sampai Terminal Kijing Mempawah beroperasi dan siap menjadi penyangga kegiatan pelabuhan Pontianak,” pungkasnya.

Data IPC Pontianak mencatat, pertumbuhan throughput petikemas di pelabuhan Pontianak setiap tahun selalu naik, tahun 2017 Terminal Petikemas (TPK) Pontianak membukukan pencapaian 244 ribu TEUs dan Bongkar Muat petikemas yang dilayani Usaha Terminal sebanyak 32 ribu TEUs, dengan rata-rata dwelling time 3 hari.

Adapun kapasitas TPK Pontianak sebesar 300 ribu TEUs dengan luas lapangan penumpukan seluas 4 hektar, ditargetkan throughput tahun 2018 sebesar 280 ribu TEUs. Diperkirakan dalam dua tahun kedepan kondisi exiting TPK Pontianak tidak lagi mampu menampung lonjakan pertumbuhan arus petikemas, karenanya percepatan pembangunan Terminal Kijing sangat dibutuhkan.

(Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com