Published On: Sat, Jun 16th, 2018

Pengamat: Indonesia miliki Peluang sebagai Juru Damai di Semenanjung Korea

Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura berpotensi melibatkan peran Indonesia dalam perdamaian Semenanjung Korea

MN, Jakarta – Pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump di Singapura beberapa waktu lalu diniliai banyak kalangan sebagai agenda penting yang dapat menuju perdamaian dunia dan kawasan.

Salah satunya, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati yang mengurai  substansi pertemuan tersebut dalam upaya menginginkan deskalasi konflik dari kedua belah pihak.

“Keinginan tersebut terwujud pada rumusan 4 butir kesepakatan. Kita semua patut bersyukur kedua pemimpin menghendaki hubungan bilateral yang lebih baik antara kedua bangsa dan negara,” terang Nuning biasa disapa melalui pesan elektroniknya yang diterima redaski beberapa waktu lalu.

Sambung mantan Anggota Komisi I DPR itu keduanya juga sepakat membangun berbagai upaya perdamaian yang lebih konkret. Bahkan, ia optimis Korea Utara juga mau menjalankan semua ketentuan internasional untuk denuklirisasi sebagai bentuk nyata memperoleh kepercayaan dunia internasional.

Sehingga, ia pun yakin kesepakatan tersebut dapat berujung pada upaya perdamaian yang lebih serius antara Korea Utara dan Korea Selatan.

“Tidak menutup kemungkinan kedua Korea akan segera menandatangani deklarasi damai mengakhiri status gencatan senjata, dan nantinya berujung reunifikasi keduanya,” tandasnya.

Masih kata Nuning, pertemuan itu juga dapat mendorong Indonesia sebagai juru damai di Semenanjung Korea. Dalam momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 H dan visi Poros Maritim Dunia ini sudah sepatutnya peran Indonesia untuk menjaga perdamaian dunia semakin tinggi.

“Singapura sebagai negara mediator pertemuan kedua pemimpin tersebut dapat mendorong Indonesia menjadi juru damai,” ungkapnya.

Menurut dia, peluang Indonesia sangat besar terhadap perdamaian di Semenanjung Korea tersebut. Lebih lanjut ia menyatakan Indonesia memiliki track record yang baik sebagai juru damai konflik di dunia.

“Presiden Joko Widodo telah sebagai juru damai konflik di Afghanistan beberapa waktu yang lalu,” bebernya.

Cara yang digunakan Indonesia ialah dengan mengundang semua pihak yang bertikai di Afghanistan termasuk negara-negara tetangga. Menurutnya ini menjadi agenda politik luar negeri yang lebih sistematis dalam mewujudkan amanat Pembukaan UUD 1945.

“Indonesia juga bisa berperan penting sebagai juru damai konflik di Laut Cina Selatan dan Israel-Palestina,” tutupnya. (hsn)

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com