Published On: Fri, Mar 9th, 2018

Peredaran Narkoba, Bentuk ‘Government Crime’ dalam Negara Poros Maritim

Barang bukti narkoba yang disita pemerintah

MN, Jakarta – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia menjadi sorotan publik yang taka da henti-hentinya. Pasalnya, hal ini menyangkut keselamatan bangsa terutama generasi mudanya. Visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia terasa hambar ketika berton-ton narkoba masuk lewat laut.

Dalam pembahasan RUU Narkotika oleh Baleg DPR RI kemarin, dibahas masalah peredaran narkoba termasuk bagian dari government crime. Masuknya 250 ton yang dicatat oleh DPR di Kepulauan Riau, tidak mungkin tanpa melibatkan ‘backing’ orang kuat di belakangnya.

“Ini merupakan government crime karena sudah melibatkan banyak aktor dalam peredarannya. BNN dan Kepolisian harus bisa ungkap semuanya,’ ujar Anggota DPR RI Fraksi Hanura Rufinus Hotmaulana Hutahuruk saar Rapat Panja dengan BPHN dan BNN, di Gedung DPR, Jakarta,” (8/3).

Government Crime merupakan bentuk kejahatan yang sistematis dan melembaga serta melibatkan unsur-unsur pemerintahan. Kejahatan jenis ini tidak bisa ditangani secara biasa melainkan lewat kekuatan dan keberanian yang besar pula.

Ia mengaku pernah berinteraksi langsung dengan pengedar yang tertangkap. Dengan tenang si pengedar mengucapkan “nanti ada yang backing saya”. Sontak hal itu membuat miris hatinya ketika ada pengedar yang telah membunuh ribuan anak bangsa ini berbicara seperti itu.

“Ini tidak bisa dibiarkan, hukuman berat harus diberikan kepada mereka termasuk aktor-aktor government yang terlibat di belakang peredaran narkoba ini,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Andriyani Sanusi juga menyikapi hal yang sama. Menurutnya,peredaran narkoba dalam skala besar tidak bisa terlepas dari peran penyelenggara negara. Besar kemungkinannya, pemerintah juga bermain dalam proses penghancuran generasi bangsa ini.

“Orang bijak pasti bisa menilai negara mana yang sengaja menghancurkan generasi Indonesia dengan memasukan Norkotika agar penerus ini Bangsa terlena dengan mimpi dan angan-angan yang indah. Sedangkan mereka ingin kuasai Negara melalui jalur Politik, sementara orang baik tidak mau berpolitik maka orang busuk yang punya kepentingan rakus yang akan mengisinya,” tegas Andry di Jakarat, (9/3).

Cara asing menguasai Indonesia ialah dengan menguasai sistem perpolitikan dan perekonomian bangsa, kemudian hancurkan generasi mudanya, salah satunya lewat narkoba.

Andry beranggapan dengan memasuki ranah politik, penyelamatan bangsa ini bisa dilakukan. Setidaknya bisa mengimbangi kebijakan yang kontra rakyat

“Ingat, kita melawan musuh bukan dengan kokang senjata lagi, tapi menggunakan akal dan pikiran yang membangun. Sadar tidak sadar jika dibiarkan maka kita akan menjadi penonton di Negeri sendiri,” tegasnya lagi.

Ia yang kini menjadi Ketua Umum Maritim Berkarya, salah satu sayap Partai Berkarya yang bergerak di bidang kemaritiman, tak hentinya mengajak pelaut Indonesia untuk melek ‘politik’. Hal itu agar bisa memperjuangkan nasib pelaut lewat kebijakan.

“Hancur negara ini kalau dikuasai oleh para pengkhianat,” tutupnya.

 

(Anug/MN)

 

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

alterntif text
alterntif text
Connect with us on social networks
Recommend on Google
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com