Published On: Sun, Jan 21st, 2018

PLN belum Akomodir Kepentingan Perusahaan Pelayaran sesuai BIMCO

PLTU

MN, Jakarta – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diharapkan mengakomodir kepentingan perusahaan pelayaran selaku mitra kerja pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional. Bahkan ada pemakai jasa yang menolak Demurrage terutama perusahaan besar dan berkuasa.

Hal itu menjadi concern Sekjen DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Budhi Halim yang menegaskan, bahwa aturan jasa pelayaran standard internasional di seluruh dunia menggunakan system Demurage dan Despatch.

“Termasuk pelabuhan di Indonesia tidak terkecuali PLTU milik PLN. Peraturan ini diatur oleh Baltic International Maritime Council (BIMCO) yang lengkap dengan contoh-contoh bentuk agreement,” tegas Budhi Halim kepada Maritimnews, Minggu (21/01).

Budhi kembali mengingatkan, bahwa seluruh pelabuhan international di dunia telah mewajibkan sistem Demurrage dan Despatch agar dapat mengatur kinerja pelabuhan, sehingga tidak merugikan operator kapal dan pemilik kargo.

Menurutnya, pihak INSA pernah menyampaikan masalah tersebut kepada PLN dan sudah melakukan presentasi soal Demurrage dan Despatch, tetapi hingga kini tidak ada tindak lanjutnya.

Selama ini PLN tidak mau menggunakan sistem Demurrage dan Despatch karena dinilai kinerja PLTU sangat buruk dan tidak profesional, sehingga PLN takut untuk membayar demurrage.

“Pengusaha pelayaran takut kemungkinan bisnis mereka hilang, bila berani terus-menerus menuntut PLN agar menerapkan demurrage dan despatch, dan hingga kini prosesnya tidak berlanjut,” ujarnya lagi.

Memang masalah Demurrage dan Despatch, jelas Budhi Halim, lebih kepada komersial individu perusahaan pelayaran, kecuali mereka yang mengeluh perlu bantuan organisasi maka tim advokasi INSA dilibatkan.

Untuk diketahui, Demurrage adalah denda atau kompensasi yang dibayarkan kepada pemilik kapal akibat keterlambatan muat atau bongkar muatan.

Adapun Despatch adalah semacam bonus yang dibayarkan pihak pembeli kepada pihak penjual dan pemuat kargo karena waktu pemuatan kapal selesai lebih awal.

(Bayu/MN)

About the Author

- Jurnalis Maritimnews.com

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha