Published On: Sat, Feb 17th, 2018

Pomal Lantamal V Tangkap Oknum Pamen TNI AL Beraliran Sesat

Proses penggerebekan aliran sesat yang melibatkan disertir Pamen TNI AL oleh Pomal Lantamal V.

Proses penggerebekan aliran sesat yang melibatkan disertir Pamen TNI AL oleh Pomal Lantamal V.

MN, Semarang – Setelah beberapa waktu yang lalu berhasil mengungkap kasus yang dilakukan Oknum TNI AL, Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) beserta jajaran intelijen Pangkalan Utama TNI AL V kembali berhasil mengungkap dan menangkap disertir (mangkir dari tugas militer: Red) perwira menengah TNI yang diduga beraliran sesat di daerah Pelebon, Semarang (14/2).

Komandan Pomal Lantamal V Kolonel Laut (PM) Khoirul Fuad, S.H. saat ditemui di kantor Mako Pomal Lantamal V Jl. Hang Tuah No. 1, Ujung, Surabaya membenarkan tentang penangkapan pamen disertir tersebut.

Ia mengatakan telah berkomunikasi intensif dengan Asintel Lantamal V Kolonel Laut (T) Harlius Bachtiar untuk mengungkap keberadaan oknum pamen disertir ini, termasuk mengutus Lidpam Pomal Lantamal V melaksanakan koordinasi dengan  Paban II Pam Ditum Kodiklatal Kolonel GP Handoko, berkaitan dengan keberadaan Pamen Dpb Kodiklatal atas nama Letkol N tersebut.

Fuad melanjutkan bahwa yang bersangkutan berada di area Palebon Kota Semarang dan saat ini mengikuti suatu aliran yang diduga melenceng dari ajaran agama, di mana pengikutnya diharuskan menyepi dari keduniawian dan harus memulai semuanya dari Nol. Bahkan Istri Letkol N tersebut diduga menjadi “Kanjeng Ratu” dalam padepokan tersebut.

Proses penangkapan dimulai pada Rabu (14/2) sekitar pukul 02.30 WIB. Tim Lidpam Pomal Lantamal V tiba di Semarang dan melakukan Matbar di sekitar area sasaran.

Kemudian berkoordinasi dengan Danlanal Semarang dan memberikan penguatan dengan mengutus Dandenpomal Lanal Semarang sebagai pelapis penangkapan TO.

Sebelumnya, Tim Lidpam Pomal Lantamal V juga telah berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Semarang untuk turut dalam kegiatan operasi tersebut guna mengantisipasi perlawanan dari pengikut aliran lainnya yang berada di dalam padepokan.

Proses penggrebekan pun berlangsung cukup dramatis di mana pada pukul 14.00 WIB Tim Lidpam dan Denpomal Lanal Semarang bergerak menuju sasaran sedangkan tim dari Sabhara Polrestabes Semarang akan meluncur setelah mendapatkan info kesiapan dari Tim Lidpam Pomal dan Denpomal Lanal Semarang.

Setelah melalui proses rumit yang memakan waktu hingga 1,5 jam, pada pukul 18.00 WIB tim gabungan yang terdiri dari Lidpam Pomal Lantamal V, Denpomal Lanal semarang, Sintel Lanal Semarang, Ban II Pam Ditum Kodiklatal, 1 Ton Satsabhara Polrestabes Semarang, dan Polsek Pedurungan berhasil merangsek masuk ke dalam Rumah yang digunakan sebagai padepokan aliran tersebut.

Kondisi rumah yang rumah yang tertutup rapat, ditambah keberadaan pagar besi setinggi tiga meter yang mengelilingi rumah tersebut membuat proses penggrebekan tersebut menjadi sedikit sulit.

TO Letkol N dan istrinya MAS berhasil ditangkap dan diamankan untuk selanjutnya dibawa ke kantor Denpomal Lanal Semarang. Saat bersamaan, masuk juga pihak-pihak keluarga lain yang sudah lama mencari anggota keluarganya yang ikut aliran tersebut dan mengambil anggota keluarganya untuk dibawa pulang.

Lebih lanjut Fuad menjelaskan bahwa aliran memercayai bahwa seluruh kehidupan duniawi harus ditinggalkan dan kembali ke titik nol manusia, juga tidak menjalankan Sholat maupun mengaji.

Anak-anak juga tidak diperbolehkan untuk sekolah. Hal in berkaitan dengan ditemukannya banyak anak berusia 3 s.d. 17 tahun yang ada dalam rumah tersebut. Mereka tidak bersekolah dan hanya tinggal di dalam komplek rumah saja.

Saat proses penangkapan berlangsung, ratusan masyarakat sekitar juga turut menyaksikan proses penangkapan. Masyarakat sekitar rumah yang digunakan pedepokan tersebut mengaku sudah lama resah dengan adanya padepokan yang anggotanya sangat tertutup dan tidak mau berbaur dengan warga sekitarnya, namun mereka tidak berani.

Usai penangkapan,  Letkol N beserta istri dibawa Tim Lidpam Pomal Lantamal V melalui jalur darat dengan menggunakan satu unit mobil Lidpam ke Mako Pomal Lantamal V di Surabaya pada pukul 22.00 Wib untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Beranjak dengan kasus ini,  Danpomal Lantamal V kembali menegaskan bahwa pihaknya akan terus bergerak untuk membersihkan institusinya dari kenakalan oknum yang kerap merusak citra TNI ataupun TNI AL.

Seharusnya seorang prajurit membuktikan diri sebagai prajurit rakyat, prajurit pejuang, prajurit nasional, dan prajurit profesional yang memegang teguh Sapta Marga,  Sumpah Prajurit,  Delapan Wajib TNI, dan Trisila TNI AL.

Ia menyadari bahwa prajurit juga manusia yang sama seperti masyarakat lainnya dan tidak menutup kemungkinan melakukan tindak-tindakan yang melanggar aturan. Oleh karena itu, Pomal hadir sebagai garda terdepan dalam menegakkan hukum dan disiplin keprajuritan.

“Kita terus bekerja guna mencapai zero crime. Pomal Lantamal V akan sikat habis kejahatan dan pelanggaran yang diduga melibatkan oknum TNI AL,” pungkasnya.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com