Published On: Tue, Oct 24th, 2017

Proyeksi Postur Pertahanan dan Ketahanan Maritim jadi Sorotan dalam Rembuknas 2017

Ilustrasi

MN, Jakarta – Dalam acara Rembuk Nasional 2017 bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) yang dilaksanakan di Pusat Niaga JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin 23 Oktober 2017, permasalahan postur dan operasi lembaga pertahanan RI menjadi perbincangan hangat pada jalannya diskusi. Ketua Tim Pengarah Forum Rembuk bidang Polhukam, Dr. Riant Nugroho, dalam pemaparannya menyampaikan poin tersebut sebagai salah satu pokok bahasan.

“Berhubungan dengan TNI yang pertama adalah apakah sudah  betul operasi militer non perang ini sesuai dengan kebutuhan, karena hal ini akan membantu jangan sampai menjadi sebuah inefisiensi di militer,” ujar Riant.

Ia pun menyebut jika tupoksi TNI dan Polri belum sesuai kebutuhan maka dapat direkomendasikan revisi UU yang berlaku saat ini.

“Kita perlu melihat kembali UUD kita dan UU tentang TNI/Polri, apakah ada hal yang perlu disempurnakan? Misalnya tadi, kalo TNI/Polri sebagai Combatan jika negara dalam keadaan perang, bagaimana turunan kebijakannya,” jelas Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia dan Ahli kebijakan publik ini.

Usai Rembuknas ini, Riant mengaku sudah menerima lebih dari 50 masukan, di mana di antaranya terkait dengan restrukturisasi TNI/Polri.

Ketahanan Maritim

Senada dengan Riant, Wakil Ketua Rembuk Bidang Polhukam, Dr Susaningtyas Kertopati menyatakan proyeksi postur TNI akan berpengaruh pada ketahanan maritim kita.

“Ketika kita bicara poros maritim, kita juga tidak boleh menutup mata dalam berbicara reorganisasi dalam TNI. Jadi bukan hanya fokus pada alutsista saja,” ujar Nuning biasa akrab disapa di sela-sela acara tersebut.

Menurut dia, alutsista sendiri tentunya juga berpengaruh bagi reorganisasi TNI  dalam bentuk penempatan dan distribusinya. Di TNI AL misalnya, dengan datangnya kapal selam dari Korea Selatan dipastikan akan memperbesar divisi kapal selam dan pangkalan khususnya.Begitu juga dengan alutsista lainnya yang berimplikasi pada susunan postur pertahanan maritim kita.

Jika mengacu pada pertahanan dan keamanan maritim sebagai salah satu pilar visi poros maritim, tidak hanya TNI AL, tetapi Bakamla yang didaulat sebagai coast guard-nya Indonesia juga diprioritaskan dalam menjaga keamanan perairan kita khususnya pada masa damai.

Mantan Anggota Komisi I DPR RI ini menambahkan kwalitas SDM/personel juga menjadi bagian dalam penguatan tersebut. Berbagai skema Pendidikan dan pelatihan telah dilaksanakan guna meningkatkan kwalitas SDM prajurut TNI.

“Jadi ketahanan maritim kita terangkum di dalamnya mengenai proyeksi TNI ke depannya dan peningkatan SDM. Ini juga disampaikan oleh Pak TB Hasanuddin tadi,” pungkas Nuning.

 

(Adit/MN)

 

About the Author

-

Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha