Published On: Thu, May 4th, 2017

Rakornas Poros Maritim Dunia, Indonesia adalah Bangsa Besar

Rakornas Poros Maritim Dunia

MNOL, Jakarta – Sebagai implementasi amanat Perpres Nomor 16/2017 tentang narasi besar Poros Maritim Dunia, Kemenko Bidang Kemaritiman menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kemaritiman di gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, (4/5/17). Pesan yang tersampaikan dalam Rakornas ini adalah dengan Poros Maritim Dunia maka Indonesia mengulangi kejayaan Sumpah Palapa yang merepresentasikan sebagai bangsa besar di kawasan bahkan dunia.

Acara ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo sekaligus memberikan arahan tentang kebijakan kemaritiman tahun 2018. Dalam sambutannya, Jokowi menekankan dalam proses membangun kemaritiman Indonesia dalam bingkai visi Poros Maritim Dunia diperlukan semangat gotong royong dari seluruh pihak.

“Kita tak perlu lagi rebut-ribut membahas soal cantrang, dweliing time, infrastruktur dan lain-lain. Yang terpenting kita semua bergandeng tangan membangun kemaritiman Indonesia,” kata Jokowi di hadapan peserta Rakornas.

Rapat yang mengambil tema ‘Indonesia Poros Maritim Dunia Dari Sumpah Palapa Hingga Nawacita’ itu menghadirkan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu terutama yang berada di bawah koordinasi Kemenko Maritim yakni Menteri Perhubungan, ESDM, Kelautan dan Perikanan, serta Pariwisata.

Lanjut Jokowi dalam sambutannya, forum ini merupakan ajang mempererat antar instansi dan menyinkronkan visi bersama. “Silahkan nanti berdiskusi, sampaikan gagasan untuk membangun kemaritiman kita, yang penting jangan pada ribut-ribut,” tandas mantan Walikota Solo tersebut.

Sementara itu, Menko Maritim Luhut B Pandjaitan menyatakan forum ini sangat bermanfaat untuk pencapaian visi Poros Maritim Dunia dan Tol Laut. Ia menilai program ini telah menuai keberhasilan kendati belum maksimal.

“Program tol laut telah berhasil menekan disparitas harga hingga 25%. Kami sudah bangun 30 titik logistik di timur dan barat agar kesenjangan tidak terlalu besar. Harga di Indonesia timur, kami ambil sampling misalnya antara Surabaya dengan daerah terpencil di Indonesia Timur 20-25 persen harga sudah turun,” kata Menko Luhut.

Purnawirawan Baret Merah itu selanjutnya menyatakan keyakinannya usai Rakornas ini ketika semua sudah membangun frame yang sama untuk mencapai tujuan. “Nantinya rute dan trayek kapal kita diperbanyak. Saya yakin turunannya disparitas harga ini lebih baik lagi, bisa sampai 50 persen pada 1-2 tahun ke depan,” ujarnya.

Menko Luhut mengatakan potensi kekayaan laut Indonesia yang berjumlah hampir Rp 19,000 triliun rupiah bisa mendongkrak ekonomi Indonesia. Optimisme tersebut didasarkan dari data yang ada di lapangan.

“Angka ini dari data BPS, menurut ESDM bisa lebih besar dari itu. Dari data ini, hampir sembilan persen laut yang kita lakukan seismic study (studi objek bawah laut-red). Ini penting kita lakukan sehingga kita dapat data lebih lengkap lagi,” tegas dia.

Meskipun potensi yang besar ini belum digali secara maksimal, Menko Luhut tetap yakin target itu akan berjalan baik ketika setiap kementerian dan lembaga harus menjalankan program-program yang tepat sasaran.

“Baru kita sadari ternyata kita masih banyak bolong sana sini menyangkut hukum kemaritiman. Di mana Indonesia itu 75 persen laut dan tidak punya batas laut hampir 54 ribu km,”bebernya.

Di akhir penyampaiannya, Luhut meminta kepada semua pihak terutama jajarannya yang terdiri dari Deputi I hingga IV Kemenko Maritim untuk tetap solid menjaga semangat Poros Maritim Dunia.

“Saya mengapresiasi kinerja seluruh pihak dalam mewujudkan visi besar Poros Maritim Dunia. Saya minta seluruhnya untuk tetap kompak hingga akhir periode ini. Kita semua yakin bahwa bangsa ini adalah bangsa besar,” tutupnya.

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha