Published On: Fri, Mar 30th, 2018

Rapimnas Bakamla 2018, Perlunya Integrasi Pengelolaan Laut

Foto bersama para peserta Rapimnas Bakamla RI 2018 di depan Tugu Proklamasi Menteng Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

Foto bersama para peserta Rapimnas Bakamla RI 2018 di depan Tugu Proklamasi Menteng Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

MN, Jakarta – Bakamla RI mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tahun 2018 yang telah dimulai sejak Rabu (28/3) di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat.

Rapimnas tersebut mengambil tema “Optimalisasi Bakamla dalam menyinergikan kekuatan maritime nasional guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia” yang menghasilkan pernyataan bahwa diperlukan adanya optimalisasi, yaitu peningkatan kepada situasi luar biasa dalam menjawab tantangan dan ancaman yang berkembang pesat hingga menjadi super optimal.

Di hari ke dua Rapimnas tersebut, para pimpinan Bakamla RI merumuskan berbagai macam permasalahan keamana laut yang ada di tanah air. Salah satunya adalah pernyataan bahwa diperlukan integrasi dalam pengelolaan laut Nusantara dengan penataan MDA (Maritime Domain Awareness), maritime policy (pengelolaan kebijakan kelautan Indonesia), serta tata kelola dan kelembagaan di laut.

Sebagai badan pemerintah yang berfungsi menyinergikan mitra kemaritiman (stakeholder) yang berwenang di laut, maka jika dianalogikan seperti kabel serat optik yang didalamnya terdapat bermacam-macam fungsi kabel dan telah dibungkus dengan satu kabel besar yang kuat, maka Bakamla RI lah yang berperan sebagai kabel besar tersebut.

Hasil Rapimnas itu sendiri juga menyatakan bahwa sinergi merupakan faktor utama dalam penegakan hukum yang lebih efektif, di mana ada beberapa poin penting dalam prioritas sinergi dan kerja sama Bakamla dengan mitra kemaritiman lainnya, yaitu :

  • perubahan kebijakan menjadi Single Agency Multi Task;
  • penataan dalam pelaksanaannya;
  • serta mengkonsepkan implementasi Operasi Kamla melalui sinkronisasi rencana, Identifikasi peralatan dan SDM, identifikasi sektor rawan pelanggaran, penentuan strategi operasi, penyusunan peta kerawanan dan penyusunan rencana operasi secara bersama.

Hasil rapimnas tahun ini juga merumuskan perlunya komitmen dan konsistensi dalam pelaksanaan tupoksi masing-masing lembaga terkait, serta dibutuhkan sinkronisasi legalisasi/hukum perundang-undangan untuk mengatur tupoksi dan area tanggungjawab dari tiap-tiap lembaga tersebut.

Sementara itu, acara ini Rapimnas tahun 2018 ini juga berlanjut ke dalam acara internal pada hari ke-2 (29/3) yang dihadiri oleh para pimpinan Bakamla. Acara dibuka Deputi Kebijakan dan Strategi Irjen Pol Arifin MH, yang dalam sambutannya menekankan pada terobosan-terobosan baru tanpa melanggar aturan yang ada. Irjen Pol Arifin juga menanggapi tentang penguatan Bakamla RI melalui Inpres tentang keamanan dan keselamatan laut.

“Semua perlu diupayakan dalam rangka untuk penguatan dan pengembangan Bakamla RI menjadi lebih baik dari semua sektor,” ujar Irjen Pol Arifin.

Agenda acara pada Rapimnas hari kedua adalah untuk memaparkan evaluasi kegiatan tahun 2017 yang lalu, pelaksanaan program kegiatan tahun 2018, serta rencana kerja pada tahun 2019 dari masing-masing kedeputian dan kantor zona kamla maritim.

Narasumber atau pemapar materi yang dihadirkan yaitu Direktur Udara Maritim Laksma TNI Guntur Wahyudi, Direktur Strategi Laksma TNI Muspin Santoso, Direktur Data dan Informasi Laksma TNI Gendut Sugiono, Kazona Maritim Barat Laksma TNI Eko Murwanto, Kazona Maritim Tengah Brigjen (Pol) Bastomy Sanap, dan Kazona Maritim Timur Vetty Vionna Salakay, SH, MSi.

About the Author

- Redaktur

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com