Published On: Sun, Sep 24th, 2017

Selamat Hari Tani, Mari Menjadi Negara Agraris Yang Bervisi Maritim

MN, Jakarta – Tepat 55 tahun yang lalu yaitu 24 September 1963, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres No 169 Tahun 1963 yang menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Tani Nasional. Sejarah penetapan 24 September sebagai hari sendiri dimulai dari ditetapkannya Undang-undang No 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau yang lebih dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

Selama 55 tahun memeringati hari tersebut, pasang surut kondisi dunia pertanian serta petani itu sendiri juga sangat dinamis. Banyak permasalahan yang terjadi selama lebiih dari setengah abad tersebut, seperti kelangkaan beras, kesulitan petani mendapatkan pupuk, gagal panen, hingga naik turun harga jual yang sering menyulitkan petani.

Namun, ada pula prestasi membanggakan yang dicapai selama periode panjang tersebut, seperti swasembada beras pernah kita capai di masa orde baru. Kita juga masih merupakan salah satu penghasil terbesar d dunia untuk beberapa komoditas pertanian seperti kopi, teh, karet, ataupun gambir.

Memasuki akhir 2014 di mana pada waktu itu Indonesia memiliki pemimpin baru, yaitu Ir. Joko Widodo. Pemerintahan baru ini memiliki salah satu visi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Salah satu program unggulan dari visi pemerintah saat ini tersebut adalah membangun tol laut sebagai solusi dalam mengembangkan sektor kemaritiman Indonesia. Tol laut yang dimaksud adalah membangun transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan, yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke.

Prinsip dasar dari program ini memandang laut sebagai penghubung dan bukan sebagai pemisah. Dengan program ini diharapkan biaya transportasi jadi murah, distribusi logistik jadi murah dan harga-harga yang berkaitan dengan kebutuhan pokok juga turun dengan signifikan.

Sebagai bangsa yang memiliki lahan pertanian yang luas dan juga memiliki wilayah laut yang luas, sudah selayaknya Indonesia memiliki petani-petani yang berjiwa maritim. Bagaimanapun, banyak hal positif yang didapat bila bangsa ini memiliki petani-petani yang berjiwa maritim. Minimal, kita paham akan pemanfaatan sumber daya kemaritiman sebagai sarana pendukung pemberdayaan pertanian kita.

Misalnya dalam pemanfaatan distribusi bahan pangan yang melalui tol laut, dengan memiliki petani-petani yang bervisi maritim tentunya akan memudahkan pendistribusian hasil pertanian mereka dengan pemanfaatan sumber daya transportasi melalui laut. Bisa juga memudahkan koordinasi antara penyedia jasa layanan transportasi laut tersebut dengan para petani penghasil bahan pangan, terutama bagi petani-petani penghasil panganan yang harus segera distribusikan karena beberapa faktor, misalnya cepat busuk atau merupakan kebutuhan rutin di suatu daerah namun daerah tersebut tidak menghasilkan barang tersebut.

Dalam beberapa kesempatan ada sedikit perdebatan tentang status Indonesia itu sendiri, menjadi negara agraris  atau negara maritim. Dengan melihat potensi yang ada, kita bisa meraih dan memadukan keduanya. Kita memiliki tanah subur, lahan pertanian yang luas, wilayah laut yang luas, dan garis pantai yang terpanjang ke dua di dunia.

Dalam budaya kekinian, ada isitilah cocoklogi yang cukup populer, terutama di dunia maya. Bila kita sedikit bercocoklogi, ada keunikan tanggal peringatan hari maritim dan hari tani kita, di mana kedua tanggal tersebut berurutan. Hati maritim diperingati tanggal 23 September dan hari tani diperingati tanggal 24 September. Entah sebuah kebetulan atau ada pesan yang tersirat di dalamnya.

Namun, tak ada salahnya kita maknai sendiri secara santai. Dua tanggal ini berdampingan, mungkin ini pesan Tuhan untuk bangsa ini, yang menginginkan dan menuntut bangsa ini kembali maju dalam kedua bidang tersebut secara bersamaan.

Selamat Hari Maritim Nasional 23 September dan Selamat Hari Tani Nasional 24 September. Mari menjadi negara agrars yang bervisi maritim.

About the Author

- Redaktur

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha