Published On: Sat, Oct 7th, 2017

Tingkatkan Kompetensi SDM, BKI Bersama ITS launching Program MMT

Dirut BKI Rudiyanto (kanan) saat meresmikan Program MMT bersama ITS

MN, Jakarta – Dalam acara Pembukaan Program Pendidikan Magister dan Manajemen Transport (MMT) serta Manajemen Bisnis dan Logistik yang diselenggarakan oleh PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) bekerja sama dengan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Dirut PT BKI Rudiyanto menyampaikan soal pengembangan SDM sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan bisnis BKI.

“Pembukaan program ini merupakan upaya untuk meningkatkan SDM kita dan sebagai syarat dalam menuju IACS (International Association of Classification Societies-red),” kata Rudiyanto di gedung BKI, Jakarta Utara, (6/10).

Acara yang kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discusion (FGD) itu juga membahas evaluasi infrastruktur, logistik dan keselamatan maritim Indonesia seiring dengan berjalannya 3 tahun visi Poros Maritim Dunia dan Tol Laut.

FGD yang dimoderatori oleh pakar perkapalan dari ITS, Saut Gurning itu menghadirkan Presiden Direktur New Priok Container Terminal 1 (NPCT1) Supardjo Kasnadi, Dirut BKI Rudiyanto, Dekan FTK ITS Prof Daniel Rosyid dan Ketua Majelis BKI Laksamana TNI (Purn) Marsetio.

Sementara itu, perwakilan pemerintah dari kantor Staf Presiden (KSP), Riza Damanik yang ditampuk sebagai narasumber tidak dapat hadir dalam acara ini.

Dalam pemaparannya, Rudiyanto menerangkan soal pembangunan SDM untuk memperkuat konsep pengembangan industri maritim. Menurutnya, goal dari pengembangan konsep itu ada pada turunnya biaya pembuatan kapal di Indonesia, optimalisasi industri galangan nasional dan tumbuhnya industri material dan komponen marine nasional.

‘Di sini dalam menetapkan standarisasi kapal di Indonesia BKI membuat rules dan regulasi yang disesuaikan dengan standar dari BPPT dan Nasdec,” tambahnya.

Standarisasi itu kemudian digunakan Kemenperin dan Iperindo dalam penetapan material dan komponennya. Hal ini berguna dalam produksi masal yang efektif dan efisien.

Lebih lanjut, Rudi memaparkan pentingnya membangun BKI Academy sebagai Maritime Centre of Excellent yang mencetak SDM berkompeten. “Pentingnya kualitas SDM bagi bisnis BKI menuntut kita untuk membangun BKI Academy. Ini juga untuk peningkatan kompetensi SDM secara berkesinambungan,” bebernya.

Maka dari itu, BUMN yang berdiri sejak tahun 1964 ini memerlukan lembaga professional yang mengelola edukasi SDM. “Selain di Jakarta, kita juga memakai perkuliahan di kampus ITS, Surabaya, Setelah setahun baru kita bisa mengirim SDM ke Hochschule Wismar (HSW) di Jerman,” ungkapnya.

Sedangkan Prof Daniel Rosyid dan Supardjo Kasnadi lebih membahas soal perjalanan konsep tol laut dalam sistem logistik nasional beserta permasalahannya saat ini. Mereka meyakini harga yang tinggi selama ini dapat ditekan jika sistem logistik berjalan dengan baik.

Ketua Majelis BKI, Marsetio yang menutup pembahasan dalam FGD ini lebih mengurai pada sistem IMO (International Maritime Organization-red) dan perjuangan BKI menuju IACS.

“BKI menjadi salah satu badan klasifikasi di Asia yang sedang berjuang menuju IACS. Saya sebagai Ketua Mejelis BKI berharap agar langkah ini mendapat dukungan dari setiap stakeholder maritim yang menjadi mitra BKI,” pungkas Marsetio.

 

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com