Published On: Mon, Sep 19th, 2016

TPK Bitung Raih Penghargaan Prima Madya dari Kementerian Perhubungan

 

Ket foto: GM TPK Bitung Edy Nursewan berpose bersama Menhub Budi Karya Sumadi usai pemberian penghargaan di Kemenhub Jakarta, Senin (19/9).

Ket foto: GM TPK Bitung Edy Nursewan berpose bersama Menhub Budi Karya Sumadi usai pemberian penghargaan di Kemenhub Jakarta, Senin (19/9).

MNOL, Jakarta – Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung PT Pelabuhan Indonesia IV menerima penghargaan pelayanan Prima Madya dari Kementerian Perhubungan atas pelayanan prima TPK Bitung tahun 2016. Acara berlangsung pada hari Senin tanggal 19 September 2016 di Gedung Karya Kemenhub Republik Indonesia jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Penghargaan diberikan oleh Deputi Menpan RB Bidang Pelayanan Publik Prof DR Diah Natalisa kepada General Manager TPK Bitung Edy Nursewan.

Pemberian penghargaan disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi. TPK Bitung, satu di antara 156 unit pelayanan publik sektor transportasi di 21 lokasi atau wilayah di Indonesia yang meraih  trophy dan piagam penghargaan pelayanan prima unit pelayanan publik di lingkungan Perhubungan bagi para Manajemen Unit Pengelola Pelayanan Publik berprestasi.

General Manager TPK Bitung Edy Nursewan saat ditemui Maritimnews usai acara penghargaan mengatakan, manajemen berterima kasih kepada masyarakat Kota Bitung khususnya Sulawesi Utara yang telah mempercayakan TPK Bitung sebagai unit pelayanan publik di bidang transportasi.

“Tanggung jawab kami bertambah besar, penghargaan bukan semata-mata dari perseorangan melainkan kerja team work. Saya apresiasi seluruh karyawan yang bekerja keras sampai bisa meraih penghargaan Prima Madya,” terangnya.

Edy menambahkan, produktifitas TPK Bitung akan lebih ditingkatkan bersama peningkatan kwalitas pelayanan, serta optimalisasi pengawasan dàlam rangka memelihara peralatan yang ada. “Fasilitas vital di TPK Bitung adalah peralatan bongkar muat peti kemas,” ujarnya.

Ketika disinggung mengenai progres  kegiatan ekspor impor di TPK Bitung, Edy menjawab diplomatis, bahwa pihaknya akan terus berupaya keras agar direct call ke overseas terwujud.

“Kegiatan direct call ke Davao Philippine saja belum terwujud karena adanya aksi pembajakan oleh kelompok Abu Sayyaf baru-baru ini. Direct call menuju Davao belum mendapat izin dari Kemenkopolhukam,” pungkas Edy. (Bayu/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha