Published On: Mon, Jul 17th, 2017

Tuding Demo Nelayan Pesanan Asing, BIN dianggap sebagai Alat Susi untuk Cuci Tangan

Menteri Susi dianggap menggunakan lembaga BIN untuk cuci tangan kebijakannya

MN, Jakarta – Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) Budi Gunawan (BG) mengatakan ada kekuatan mafia kartel yang ingin menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. BIN mengaku sudah mengantongi nama-nama kartel tersebut.

Sebelumnya, BG mengatakan ada operasi intelijen yang sangat masif dengan tujuan menjatuhkan produk lokal. Selain itu, kondisi ekonomi Indonesia dikuasai kartel pangan dan energi yang sulit diberantas.

Kekuatan kartel itu disebut ingin menyingkirkan Susi dari posisi menteri. Bahkan BG menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi yang berusaha memberantas kartel adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.

Tentunya hal itu dibantah oleh koordinator aksi nelayan Rusdianto Samawa. Menurutnya tuduhan BG tersebut tidak benar.

“Saya sebagai koordinator lapangan aksi damai nelayan 117 di depan Istana Negara kemarin berjalan lancar tertib dan damai. Mohon dibuktikan kalau nelayan kerjasama dengan kartel asing itu, dimana korelasinya? Apakah BG sebagai kepala BIN, sudahkah investigasi lebih jauh pada daerah terdampak peraturan Susi Pudjiastuti? Saya kira jawabannya belum,” ujar Rusdianto.

Tema Aksi Damai Nelayan 117 adalah “SELAMATKAN PERIKANAN INDONESIA”. Tema ini tentu memiliki latar belakang munculnya yang sangat kompleks sekali. Dari kajian, diskusi, FGD, hingga demonstrasi untuk merespon kondisi perikanan Indonesia yang menurut Rusdianto sudah ambruk dan tak lagi menyumbangkan devisa negara.

“Salah satu cara respon nelayan terhadap berbagai peraturan Menteri Susi Pudjiastuti yang berdampak pada nelayan di berbagai daerah adalah memilih demonstrasi sebagai cara efektif untuk menyampaikan aspirasi. Setelah berbagai upaya dialog dan diskusi tidak diterima oleh Susi Pudjiastuti,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Front Nelayan Indonesia (FNI) itu.

Lanjut dia, aksi demonstrasi ini adalah bentuk keprihatinan dunia perikanan tangkap yang dilarang alat tangkapnya oleh Susi Pudjiastuti, pembudidaya ikan kerapu yang dihambat penjualannya, industri perikanan kolaps karena tiadanya pasokan bahan baku ikan dan masih maraknya peredaran kapal asing ilegal di laut Indonesia yang dibantu dengan publikasi data VMS kepada LSM USA.

“Apalagi, Susi Pudjiastuti terlibat dalam beberapa skandal seperti pemberian rekomendasi impor garam, gagalnya tender pengadaan kapal, dan gagalnya pengadaan alat tangkap,” bebernya.

Bahkan Rusdinato membuka kasus soal  impor garam, proyek kapal fiber, pembukaan data VMS dan konservasi pesisir, yang semuanya dilakukan oleh Susi bekerjasama dengan asing.

“Justru Susi Pudjiastuti ingin cuci tangan melalui Lembaga BIN, naïf sekali,” selorohnya.

“Lalu dari mana Budi Gunawan mendapat informasi tentang demo nelayan yang menggoyang Susi Pudjiastuti dibiayai Kartel. Wallahualam Bissawab… Allah Maha Tahu. Serahkan saja, Insya Allah ada hikmahnya,” selorohnya lagi.

Peristiwa statement Budi Gunawan yang salah kemudian menjadi berita viral dan konsumsi seluruh rakyat Indonesia sebagai common enemy. Bagi nelayan, statement itu sangat menyakitkan. Sehingga mendapat respon negatif dari masyarakat Indonesia soal demo damai nelayan 117 kemarin.

“Justru Budi Gunawan sebagai pejabat negara harus hati-hati dalam penyampaian informasi tersebut,” pungkasnya.

(Ardi/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha