Published On: Wed, Jul 19th, 2017

Wujudkan NKRI yang Kuat, 1.031 putra-putri Papua Dilatih Bela Negara oleh Kemhan  

 

Menhan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat memasuki area pelatihan Bela Negara, Rumpin, Bogor (19/7)

MN, Bogor – Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristedikti) menyelenggarakan Diklat Kader Muda Bela Negara bagi Orang Asli papua (OAP) Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) TA 2017 di Rumpin, Bogor 18-24 Juli 2017.

Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dalam sambutannya saat membuka program ini menyatakan bahwa anak-anak Papua sama dengan anak-anak dari daerah Indonesia lainnya. Tidak terlepas memiliki kewajiban membela negara dan dan berhak mendapat pengajaran yang sama.

“Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua. Mari kita tanamkan rasa cinta tanah air dengan semangat bela negara. Kalau bela negara sedikit maka negara ini akan lemah tapi kalau banyak akan semakin kuat,” ungkap Menhan di Rumpin, Bogor, (19/7).

Sebelum memulai pemaparannya, Menhan meminta kepada anak-anak Papua untuk menyanyikan lagu khas daerah yang diiringi oleh tarian. Lagu “Aku Papua, Sarjojo, dan Apuse” pun dibawakan dengan penuh semangat oleh anak-anak Papua.

Program ini diikuti oleh sekitar 1.031 anak-anak dari seluruh kabupaten/kota di Papua. Program ini merupakan persiapan untuk anak-anak tersebut sebelum memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di mana mereka adalah penerima beasiswa tersebut.

Penanaman nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 menjadi menu utama dalam pelatihan ini. Selama mengikuti kegiatan, anak-anak ini ditempa dengan pola kehidupan TNI yang penuh kedisiplinan.

Dalam penjelasannya, tidak lupa Menhan mengurai fenomena-fenomena yang berkembang yang terjadi di NKRI saat ini. Dari masalah ISIS, terorisme, korupsi, narkoba, hingga isu perpecahan menjadi sorotannya saat berceramah di hadapan anak-anak Papua.

“Kita hidup di NKRI harus ber-Pancasila. Tidak ada ajaran agama apa pun yang menghendaki untuk membuat kerusakan dan membunuh sesama. Mari sama-sama kita jaga NKRI kita dan jadilah orang-orang yang dicintai Tuhan,” imbuh mantan KSAD di era Megawati tersebut.

Ryamizard juga berharap bahwa kader-kader Bela Negara ini merupakan calon pemimpin masa depan baik di Papua maupun Indonesia. Maka dari itu ia menekankan mulai dari sekarang bersikap layaknya sebagai seorang pemimpin yang penuh dedikasi.

Pada kesempatan tersebut, peserta program ini juga berkesempatan melakukan Tanya jawab dengan Menhan. Dari masalah ketertinggalan Papua, Ahok, teroris, hingga fenomena ‘lem aibon’ yang kini banyak menjangkit anak-anak Papua turut disampaikan oleh mereka yang mendapat kesempatan bertanaya.

“Yang suka ‘lem aibon’ mulutnya di-lem saja. Generasi sekarang harus menjauhi itu yang namanya seks bebas, narkoba, miras, termasuk menghirup ‘lem aibon’ karena itu ancaman yang paling nyata sekarang,” selorohnya.

Lebih lanjut, menantu mantan Wapres Try Sutrisno ini di sela-sela acara tersebut kepada awak media menyatakan bahwa program ini masih lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Karena menurutnya hanya dengan cara seperti keutuhan bangsa bisa terwujud.

“Hanya Pancasila dan UUD 45 yang terus kita sampaikan ke mereka. Supaya mereka bisa mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya sebagai bagian dari bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Bernard Stevanus menyampaikan kesannya selama mengikuti pelatihan ini. Ia bersama teman-temannya sangat senang mengikuti pelatihan ini.

“Saya bercita-cita akan membangun Papua. Kami juga ingin hidup damai sebagai orang Papua, karena selama ini masih banyak konflik yang kami lihat,” kata Bernard di sela-sela acara tersebut.

Seluruh jajaran Kemhan turut hadir dalam kesempatan itu, antara lain Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Irjen Kemhan Letjen TNI Agus Sutomo dan tentunya Direktur Bela Negara Laksma TNI M. Faisal serta pejabat lainnya.

 

(Adit/MN)

About the Author

- Akun ini merupakan akun milik tim redaksi MaritimNews.com dan dikelola oleh tim. akun twitter @MaritimNewsCom

Tulis Tanggapan Anda

Komentar menjadi tanggung jawab pembaca. Redaksi Maritimnews berhak melakukan moderasi terhadap komentar yang diberikan sesuai dengan etika jurnalistik.

XHTML:You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Silahkan isi kode captcha