Maritimnews, Jakarta – Pembangunan pemuda maritim tengah menjadi sorotan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menjalankan visi presiden poros maritim dunia. Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Kemenpora Bidang Pemuda, Zainul Munasichin,MA saat menjamu kunjungan Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) di Kemenpora, (1/3/16).
Menurutnya, visi maritim sudah lama ia perjuangkan secara pribadi saat masih aktif menjadi staf DPR RI pada tahun 2007. Namun, hingga pemerintahan Joko Widodo saat ini visi itu semakin kuat tatkala menjadi program andalan pemerintah.
“Saya melanjutkan perjuangan almarhum Gus Dur dalam memperjuangkan maritim Indonesia. Meskipun dari dulu sulit karena banyak yang belum sadar terhadap maritim, tetapi saya tetap yakin ini akan menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.
Bersama Fraksi PKB, pada tahun 2007, ia mengaku telah memasukan maritim sebagai prioritas pembangunan Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025. Hal itu ia yakini karena sebagai cerminan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa Sriwijaya dan Majapahit hingga Kesultanan Islam.
Saat ini, di Kemenpora ia mengusulkan 13 program pembangunan pemuda salah satunya pemuda maritim. Ternyata Zainul bangga ketika sudah ada kumpulan anak muda yang fokus membahas kemaritiman seperti APMI. Hal itu ia akui sebagai potensi yang luar biasa dalam membangun pemuda maritim.
“Kita akan membangun pemuda maritim di 50 kabupaten pesisir. Di situ akan ada rekruitmen, pelatihan, penugasan dan pendampingan,” terangnya.
Itu akan menjadi fokus Kemenpora dan tidak bertabrakan dengan program kementerian lainnya misalnya seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Karena Kemenpora hanya menggarap kemaritiman lebih dari sisi pembinaan pemuda.
Sementara itu, APMI yang diwakili oleh Ketua dan Sekjen serta beberapa kepala bidangnya menyampaikan terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan oleh Kemenpora kepada APMI. Selanjutnya APMI akan senantiasa membantu program Kemenpora terkait pembangunan pemuda maritim.
“Kami membantu Kemenpora apa yang kami bisa. Dan kami sendiri pun sudah melakukan pembinaan pemuda di beberapa daerah,” ujar Ketua APMI Reynaldi Bahri Tambunan.
APMI sebagai organisasi kepemudaan yang fokus di bidang maritim sudah berdiri sejak tahun 2013 dan terdaftar di Kemenkumham tahun 2014. Organisasi yang dimotori oleh Reynaldi Bahri Tambunan itu telah menorehkan berbagai prestasi dalam upaya membangun kemaritiman Indonesia. Di antaranya mengonsep Ekspedisi Nusantara Jaya dan terlibat dalam berbagai pelayaran pemuda serta memproduksi literatur maritim.
Momentum terbut diakhiri dengan pemberian cindera mata dari APMI berupa buku hasil pemikiran kritis pemuda maritim sebagai bentuk gagasan APMI dalam membangun kemaritiman Indonesia menuju poros maritim dunia. (TAN)






