Siswa sekolah SMPN 11 Jaksel sedang menerima penjelasan dari perwira kapal tentang peralatan yang ada di KRI.. (Foto: Dispen Kolinlamil)
Maritimnews, Jakarta – KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 yang tengah sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, dikunjungi siswa SMP Negeri 11 Jakarta Selatan. Kedua Kapal ini rencananya akan diserahkan Menteri Pertahanan RI (Menhan) Ryamizard Ryacudu secara simbolis kepada TNI AL, Selasa (15/3) pukul 07:30 WIB di dermaga pangkalan Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kebetulan pula, kedua kapal ini sedang sandar di dermaga Kolinlamil sehingga meskipun kedua kapal ini milik Dinas Hidro-oseanografi dalam pengoperasiannya namun pada kesempatan itu bisa dikunjungi siswa sekolah.
KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 merupakan kapal ‘jagoan’ milik TNI AL yang akan bertugas untuk menyediakan data Hidro-oseanografi. Yaitu peta laut untuk navigasi pelayaran.
Menurut pihak KRI, mereka menerima kunjungan 40 siswa kelas IX dari SMP Negeri 11 Jakarta Selatan yang didampingi 4 guru serta pendamping yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebaharian dan kemaritiman khususnya kapal-kapal perang.
Menurut kedua Komandan KRI tersebut, pihaknya menerima kunjungan siswa sekolah dengan menyiapkan paket kegiatan yang diawali dengan pemutaran rekaman kegiatan, maupun profil yang berkaitan dengan kegiatan kapal dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk lebih mengenalkan tentang tugas-tugas pokok kapal perang yang khusus bertugas untuk melaksanakan survei dan pemetaan guna pengumpulan data.
Kapal perang yang berlayar gagah di lautan itu berkat kerja sama Kemhan RI dengan pihak kapal OCEA Prancis. KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 diklaim sebagai kapal survei bawah laut canggih berjenis Bantu Hidro-Oseanografi (BHO).
Kapal survei hidrologi, KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934 ini berukuran panjang 60 meter dan bobot kosong 500 ton. Kedua kapal itu tidak dilengkapi senjata mematikan, melainkan hanya dua senapan mesin 12,7 milimeter yang ditancap di geladak samping kanan dan kirinya, plus senapan mesin 20 milimeter di bawah anjungan.
Kecanggihan AUV dan ROV
Yang menjadi keistimewaan kapal ini adalah deretan instrumen khusus penera hidrologis dan oseanografis. Di antara banyak keistimewaan dan kecanggihan instrumennya, yang paling memukai adalah kehadiran Autonomous Underwater Vehicle (AUV) mirip torpedo gemuk berwarna oranye terang, di dalam kontainer khusus di geladak luar buritan kapal.
Benda inilah yang menjadi andalan dalam memindai bentang alam laut dengan mengandalkan sonar sisinya. Instrumen ini buatan Kongsberg, Norwegia. AUV bisa beroperasi secara mandiri (otonom) berbasis data komputer yang telah diinput dan data keluaran hasil kerjanya bisa dipancarkan seketika waktu.
Selain itu, kapal ini juga didukung robot bawah laut buatan ECA Robotics, Prancis, yang biasa dinamakan sebagai Remoted Operated Vehicle (ROV), dengan kamera-kamera tiga dimensinya. Olahan datanya bisa dilihat seketika di layar monitor dalam tampilan tiga dimensi.
Lebih lanjut dalam kunjungan tersebut, seluruh siswa, guru dan pembina serta orang tua diajak mengelilingi beberapa bagian kapal, sambil menerima penjelasan dari ABK tentang fungsi bagian-bagian dan peralatan yang ada. Di antaranya anjungan, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan keselamatan serta persenjataan yang ada di kapal perang.
Selanjutnya rombongan 40 siswa serta 4 orang guru pendamping tersebut, dipandu dan diberikan penjelasan oleh Perwira KRI untuk lebih mengenal dari dekat tentang KRI yang merupakan kapal jenis Survei ini.
Meningkatnya antusiasme masyarakat umum maupun institusi pendidikan mengunjungi kapal perang, di jajaran Kolinlamil berkat kebijakan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos., yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengunjungi unsur Kolinlamil di Dermaga Tanjung Priok Jakarta.
Baik untuk tujuan kegiatan yang bersifat akademis maupun sekadar sebagai sarana rekreasi, atau wisata kapal perang untuk mengisi liburan sekolah dengan kegiatan yang bermanfaat. (TAN)






