
MNOL, Surabaya – Kolonel Laut (KH) Abdul Rivai Ras selaku Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pilgub mendatang kunjungi KRI Sultan Hasanudin-366 yang sedang mangkal di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya beberapa waktu lalu.
Kunjungan itu sebelumnya juga mendapatkan restu dari Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Darwanto. Hal itu dilakukan sebagaimana lazimnya Perwira TNI AL yang taat pada disiplin militer.
“Sebagai Perwira TNI AL saya bermohon ijin kepada Panglima Komando Armada Timur Laksda TNI Darwanto untuk melaksanakan sosialisasi Balon Gubernur Sulsel mendatang,” ujar Rivai.
Tampak wajah berseri tersirat pada lulusan AAL tahun 1984 itu, yang memberi isyarat mendukung langkah yang dilakukan oleh Rivai pada Pilgub Sulsel mendatang.
Lebih lanjut, Rivai mengungkapkan kunjungan ke KRI Hasanuddin-366 ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Gowa ke-XVI, Sultan Hasanuddin yang telah melawan penjajah VOC semasa hidupnya.
“Kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi dengan menggunakan nama besar pejuang dan pahlawan asal Sulsel. Jalesveva Jayamahe, kami senantiasa mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dan lebih khusus untuk Sulsel,” bebernya.
Dalam buku berjudul “Strategi Maritim pada Sejarah Perang Laut Nusantara dan Poros Maritim Dunia” yang ditulis oleh Danseskoal Laksda TNI Herry Setianegara pada 2014 silam, Sultan Hasanuddin tercatat sebagai salah satu pahlawan yang menggelorakan perang laut dalam pertahanan maritim saat mengusir penjajah. Selain Pati Unus, Sultan Ageng Tirtayasa, Fatahillah dan Pattimura, dalam buku tersebut pahlawan yang berjuluk ‘Ayam Jantan dari Timur’ itu telah menggunakan strategi maritim pada abad 17 dalam mempertahankan tanah airnya.

Di mana, AT Mahan baru menulis teori tentang Sea Power pada abad 19, namun para pejuang kita salah satunya Sultan Hasanuddin telah menerapkan konsep tersebut dalam mengusung kejayaan maritim Nusantara.
Karir Abdul Rivai Ras dalam dunia kemiliteran di TNI AL lebih banyak diposisikan sebagai akademisi yang kerap memberikan kuliah di berbagai Perguruan Tinggi termasuk Seskoal.
Dia telah memantapkan diri untuk mengikuti Pilgub Sulsel dengan mengusung visi ‘Membangun Sulsel sebagai Pintu Gerbang Utama Indonesia Timur dan Memperkuat Poros Maritim Nusantara’. Praktis, visi tersebut banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan khususnya para penggiat dan pejuang maritim Indonesia.
Sementara itu, KRI Hasanuddin-366 yang merupakan kapal kedua dari kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas SIGMA milik TNI AL ini ialah kapal perang jenis korvet modern yang dibuat oleh galangan kapal Schelde, Belanda pada tahun 2005.
Kapal perang yang pernah mentorehkan berbagai prestasi untuk nama baik TNI AL dan bangsa Indonesia ini merupakan kapal Patroli maritim Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), Penggetar, Pencarian dan penyelamatan (SAR) dan anti kapal selam. Kapal ini juga dilengkapi oleh Dek helikopter yang mampu menampung sebuah helikopter dengan berat maksimum 5 ton dan dilengkapi dengan fasilitas lashing point serta sistem pengisian BBM. (TAN)






