
MNOL, Jakarta – Pimpinan DPD RI Irman Gusman didampingi Pimpinan Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI Haripinto Tanuwidjaya mengadakan pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yang Mulia Tai Young Cho dan Chairman Korea-Indonesia Partnership Council (KIPC) Yang Terhormat Dr. Ahn Hong Joon di Gedung DPD RI, baru-baru ini. Pertemuan kedua pihak itu membahas soal keinginan Korea Selatan untuk berinvestasi di Kepulauan Riau (Kepri) mengenai geliat pariwisata di propinsi tersebut.
KPIC menyampaikan harapannya agar Indonesia dan Korea Selatan yang berbeda secara sistem politik dan hukum, dapat segera mendirikan Dewan Kemitraan Indonesia-Korea Selatan. Diharapkan usulan itu dapat menstimulasi implementasi berbagai kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi di antara kedua negara.
Menanggapi hal tersebut Pimpinan DPD RI menyatakan bahwa tidak ada persoalan di level legislatif utamanya DPR RI. Oleh karena itu kedua pihak berharap bulan September 2016 sudah dapat diadakan pertemuan untuk membahas tindak lanjut Dewan Kemitraan tersebut di Jakarta. Selanjutnya delegasi DPD RI direncanakan melakukan pertemuan di Korea Selatan tahun depan.
Duta Besar Korea Selatan menilai bahwa Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan beberapa waktu yang lalu sangat sukses, tidak ada kendala apapun dan banyak kesepakatan yang tercapai. Presiden Jokowi mengundang investor dari Korea Selatan untuk berinvestasi di Indonesia terutama di bidang industri kreatif.
KPIC juga menggarisbawahi pentingnya kesepakatan MoU antara Krakatau Steel dan POSCO. Mereka berharap dapat meningkatkan produksi baja dari 3 juta ton menjadi 10 juta ton. Sehubungan dengan hal itu Korea Selatan telah menginvestasikan 7 Milyar USD untuk proyek tersebut.
Kemudian KPIC menyampaikan terkait rencana investasi Korea Selatan di Indonesia sebesar 4 Milyar USD untuk membangun Lotte Chemical. Mereka menemui banyak kendala khususnya terkait pemilihan lahan untuk lokasi pembangunan Lotte Chemical.
Oleh karena itu mereka memohon bantuan dari Pimpinan DPD RI untuk menyuarakan hal tersebut. Menanggapi hal tersebut, Pimpinan DPD RI menyampaikan bahwa pembangunan Lotte Chemical sangat bermanfaat bagi Indonesia karena dapat mengurangi Impor sehingga meningkatkan daya saing Indonesia menghadapi MEA.
Pimpinan BKSP DPD RI, Haripinto Tanuwidjaya mengundang Parlemen Korea Selatan dan Duta Besar untuk berkunjung ke Pulau Bintan dan Batam. Karena kedua lokasi tersebut sangat indah dan merupakan objek tujuan pariwisata. Selain itu ia menambahkan bahwa sangat terbuka peluang kerjasama antara Korea Selatan dengan Kepulauan Riau karena provinsi ini akan menjadi Special Economic Zone.
Hal tersebut juga mendapat dukungan dari Pimpinan DPD RI, Irman Gusman, yang ingin merencanakan pertemuan antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia agar berkunjung ke Bintan dan Batam. Tentunya dengan pendampingan dari Haripinto selaku Senator dari Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam rangka mempromosikan Kepulauan Riau, Haripinto menambahkan bahwa Bintan memiliki salah satu lapangan golf terbaik di kawasan Asia. Melalui Dewan Kemitraan itu program investasi tersebut berjalan lancar.
“Setelah pembentukan Dewan Kemitraan, KPIC juga diharapkan agar terdapat kegiatan saling kunjung antara Indonesia-Korea Selatan sebanyak dua kali dalam setahun,” ujar Haripinto.
Dalam kesempatan itu, Korea Selatan juga menawarkan pembangunan Kawasan peristirahatan untuk pensiunan Manula di Korea, agar bias diterapkan di Bali atau Kepulauan Riau. Mr. Ahn Hong Joon juga menganjurkan supaya dokter Korea dapat menangani tempat peristirahatan di kawasan tersebut, karena standar medis/pelayanan kesehatan di Korea sudah sangat tinggi.
Kerja sama itu seperti yang sudah dilaksanakan antara Korea dengan Thailand. Usai pertemuan keduanya saling memberi cindera mata dan KPIC berharap Indonesia dapat berkunjung ke Korea Selatan pada musim panas tahun depan. (Tan)






