Pemprov Banten Gandeng Perusahaan Australia Bangun Pelabuhan Ternak
Ilustrasi: Pelabuhan Ternak yang akan dibangun di Bojanegara, Banten
Ilustrasi: Pelabuhan Ternak yang akan dibangun di Bojanegara, Banten

MNOL, Banten – Pemerintah Provinsi Banten akan mengizinkan perusahaan asal Australia, North Port Coorporations Limited (NPCL) menginvestasikan modanya dan memiliki pelabuhan ternak khusus sapi Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Babar Suharso, dengan menanamkan modal sebanyak 200 juta dolar AS,  NPCL akan menguasai pelabuhan tersebut selama 30 tahun.

Setelah itu, kepengurusan akan diserahkan kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). NPCL merupakan perusahaan swasta asal Australia yang bergerak dalam bidang usaha operator pelabuhan agrikultural, aquakultur, pertambangan dan energi khususnya batubara di Australia Barat.

Selain peternakan, tentunya geliat sektor riil Banten juga akan semakin meningkat ketika perusahaan asal Negeri Kanguru itu jadi menanamkan investasinya di propinsi asal Pahlawan Nasional, Sultan Ageng Tirtayasa tersebut.

“Nantinya Pelindo bersama National Port Australia membangun dan mengoperasikannya. Pelindo menyediakan tanah, Pemda bagian perizinan dan akses. Setelah 30 tahun milik Pelindo,” kata Babar saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/6).

Pembangunan pelabuhan ternak ditarget selesai pada akhir 2017 atau awal 2018 mendatang. Selanjutnya, pengiriman sapi dari dan yang akan menuju Banten tidak mengalami kesulitan seperti saat ini. Terutama saat menampung kiriman sapi dari Autralia.

Memang dari dulu Indonesia merupakan pasar penting bagi ekspor sapi Australia mengingat konsumsi daging sapi di Indonesia terbilang cukup tinggi.

Babar juga menyebutkan,  kepastian kerja sama tersebut setelah Gubernur Banten, Rano Karno berkunjung ke Australia untuk membahas kelanjutan pembangunan pelabuhan ternak terbesar di Indonesia.

“Kemudian disambut baik pihak perusahaan dengan mengunjungi Banten pada Kamis 2 Juni 2016 yang lalu,” jelasnya.

Saat ini, Babar menyebutkan, tinggal menunggu persetujuan dari Pelindo saja. “Tinggal satu langkah lagi saja yakni Pelindo,” tuturnya.

Pihaknya mengaku dalam waktu dekat akan menggelar rapat terbatas dengan Pelindo II.

Pelabuhan Bojonegara terakhir diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002 silam. Banten secara geografis terletak sebelah barat Ibukota Jakarta. Selain itu, propinsi yang berdiri pada tahun 2000 ini juga berada pada garis pantai Selat Sunda yang merupakan salah satu choke point yang dimiliki oleh Indonesia.

Sejak zaman Kesultanan Banten, daerah Selat Sunda kerap menjadi perebutan jalur perdagangan setelah Selat Malaka. Oleh karena itu pembangunan pelabuhan ternak bertaraf internasional akan memacu perdagangan dan pendapatan daerar Pemprov Banten. (RM/MN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *