Peringati Hari Jadi ke-52,  BKI Semakin Menuju World Class Society

 

Foto Bersama: Dirut BKI dan Ketua Majelis BKI beserta jajaran BKI dan para Stakeholder
Foto Bersama: Dirut BKI dan Ketua Majelis BKI beserta jajaran BKI dan para Stakeholder

MNOL, Jakarta – PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) hari ini merayakan hari jadinya yang ke-52 di Hotel Borobudur,  Jakarta, (26/7). Acara yang bertajuk ‘Syukuran Ulang Tahun BKI ke-52 dan Halal Bi Halal itu berjalan secara khidmat dengan dibuka oleh Dirut PT BKI, Rudiyanto dan Ketua Majelis BKI, Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio serta dihadiri oleh seluruh stakeholder BKI.

Dalam sambutannya, Rudiyanto mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan YME atas limpahan segala rahmat kepada BKI, yang semakin bertambah usia kian diberikan kematangan dalam menjalankan tugas sebagai badan yang melakukan klasifikasi kapal.

“Di usia ke-52 ini BKI juga tengah menuju anggota IACS (International Association of Classification Society-red) di mana seluruh persyaratan tahap awal telah dipenuhi,” ujar Rudi.

Dalam Road to IACS itu, Dirut BKI mengungkapkan bahwa dirinya bersama tim dengan gigih memperjuangkan BKI menjadi anggota assosiasi internasional itu. Tentunya upaya itu juga disertai dengan doa dan dukungan segenap karyawan BKI dan stakeholder.

“Kita optimis akan menjadi satu-satunya Badan Klasifikasi di ASEAN yang menjadi anggota IACS,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis BKI, Laksamana TNI (Purn) Marsetio yang juga menjadi utusan khusus Menteri Perhubungan untuk IMO itu menjelaskan perjuangannya memperjuangkan BKI sebagai anggota IACS dimulai dari penentuan tim delegasi yang akan dibawa ke London.

“Kami benar-benar melakukan seleksi kepada para calon delegasi baik kemampuan bahasa Inggrisnya maupun pengetahuannya soal klasifikasi kapal agar jangan sampai di sana hanya jalan-jalan saja,” tandas Marsetio.

Lebih lanjut, mantan Kasal itu berharap di usianya yang ke-52 ini maka BKI harus semakin menjadi World Class Society dan kian diakui oleh dunia internasional. Hal itu menurutnya juga sejalan dengan visi presiden poros maritim dunia.

“Strategi poros maritim dunia itu ada lima pilar yakni membangun budaya maritime, SDA kelautan, infrastruktur dan konektivitas maritim, diplomasi maritim dan pertahanan maritim. BKI ini berperan dalam menopang infrastruktur kemaritima karena tugasnya sebagai badan yang melakukan uji kelayakan kepada kapal di Indonesia,” paparnya.

Selama ini, hasil klasifikasi dari BKI banyak yang belum diakui dunia. Sehingga citra Indonesia di mata dunia kemaritiman internasional belum mendapat tempat yang semestinya.

“Loh kok di tengah visi poros maritim dunia, badan klasifikasinya belum menjadi anggota IACS. Oleh karena itu sekarang kita perjuangkan untuk menjadi anggota IACS. Alhamdulillah prosesnya sudah lebih dari 50 persen,” pungkasnya. (Tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *