
MN, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II/IPC pada kuartal pertama tahun 2018 telah berhasil meraup pendapatan usaha sebesar Rp 3,59 Triliun. Sedangkan target pendapatan usaha IPC untuk tahun 2018 adalah Rp 12,36 Triliun.
“IPC yakin bisa melampaui target kenaikan pendapatan usaha sebesar 13,29% di tahun 2018, dari Rp 10,91 Triliun tahun 2017 menjadi Rp 12,36 Triliun,” jelas Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, saat memaparkan pencapaian korporasi di Hotel Double Tree Jakarta, Jumat (8/6).
Sementara untuk Laba Usaha, hingga kuartal pertama 2018, IPC membukukan laba Rp 1,45 Triliun yang meningkat 11,79% dibandingkan pencapaian kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 1,29 Triliun.
“Tahun 2018, IPC menargetkan kenaikan laba usaha sebesar 9,5%, dari Rp 2,21 Triliun di tahun 2017 menjadi Rp 2,42 Triliun. Kami yakin target kenaikan laba dapat terealisasi,” terang Elvyn.
Dalam kesempatan bertemu dengan para awak Media sekaligus buka puasa bersama, Elvyn juga kembali memaparkan peta jalan (Roadmap) IPC untuk menjadi pelabuhan kelas dunia pada 2020.
Menurutnya, tahun 2018 IPC memasuki tahap eshtablishment, di mana korporasi fokus pada pertumbuhan volume bisnis, pertumbuhan profit, dan pembentukan holding Pelindo Incorporated.
“IPC akan terus meningkatkan pelanggan dan mengembangkan pangsa pasar pelabuhan. Dari sisi profitability growth, kami pun melakukan optimalisasi aset dan meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan,” pungkasnya.
(Bayu/MN)






