Dukung Embarkasi dan Debarkasi Tank Leopard, Pangkolinlamil: Fasilitas Dermaga Perlu Dibenahi

 

Maritimnews, Jakarta – Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksamana Muda Aan Kurnia, S.Sos., menerima paparan rencana pembangunan dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) untuk mendukung embarkasi dan debarkasi material tempur TNI jenis tank Leopard di gedung Laut Nusantara Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara Selasa (9/2).

Paparan yang dilakukan pihak PT. Wijaya Perdana dan PT. Abata Hasta sebagai pelaksana pembangunan ini akan memberikan gambaran kepada seluruh pimpinan dan pejabat teras Kolinlamil tentang pekerjaan perbaikan fasilitas pangkalan TNI AL ini.

Kondisi fasilitas dermaga Beaching yang dimiliki Kolinlamil saat ini, hanya mampu dilewati olehtank-tank ringan dengan berat per tank tidak mampu mendukung pergeseran alutsista tank Leopard yang memiliki bobot sekitar 60 ton. Sehingga dermaga Beaching Kolinlamil, perlu ditingkatkan kemampuannya agar mampu dilewati Tank Leopard.

Kapal-kapal perang jajaran Kolinlamil dengan berbagai jenis baik LPD (Landing Platform Dock) dan LST (Landing Ship Tank) untuk mendukung pengangkutan tank ini telah disiapkan diantaranya KRI Teluk Bintuni-520 produksi dalam negeri.

KRI Teluk Bintuni-520 didesain mampu membawa 10 unit Tank MBT Leopard 2A4 milik TNI AD yang berbobot mencapai 62,5 ton. Sebelumnya LST TNI AL hanya mampu membawa tank ringan dengan berat per tank hanya belasan ton. Selain itu, KRI Teluk Bintuni-520 masih bisa membawa 2 unit helikopter, kapal ini telah dilengkapi dua helipad dengan fasilitas hangar.

Kapal LST ini juga mempunyai panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter. Kecepatannya maksimal 16 knot, dengan main engine 2 x 3.285 kw yang ditenagai dua mesin. Sedangkan kapal jenis LST lainnya yang berada dibawah pembinaan Kolinlamil yaitu KRI Teluk Manado-537, KRI Teluk Hading-538, KRI Teluk Parigi-539 dan KRI Teluk Lampung-540.

Begitu pun kapal-kapal jenis LPD yang dimiliki jajaran Kolinlamil yang memiliki kemampuan angkut ranpur jenis tank, KRI Makassar-590, KRI Surabaya-591, KRI Banjarmasin-592, dan KRI Banda Aceh-593. Sedangkan 2 (dua) kapal lainnya yaitu KRI Tanjung Kambani 971 dan KRI Tanjung Nusanive 973 merupakan kapal bantu angkut personel.

Perbaikan Fasilitas Pangkalan

Dalam sambutannya, Pangkolinlamil mengatakan bahwa pekerjaan perbaikan ini dalam rangka pengembangan fasilitas pangkalan dalam hal ini Kolinlamil untuk melayani tuntutan mobilitas kendaraan dan alat-alat tempur yang diangkut unsur KRI.

Secara detail, Pangkolinlamil menjelaskan lebih lanjut perbaikan dan peninggian fasilitas labuh untuk mendukung pergerakan tank leopard perlu dilaksanakan. “Fasilitas Beaching Plate dan keadaan depan Gedung Laut Natuna Kolinlamil kurang memadai untuk parkir tank dan terkena banjir pada saat air laut pasang tertinggi (Rob), oleh karena itu perlu dilakukan perbaikan dan peninggian,” ujar lulusan AAL 1987 itu.

Pada kesempatan tersebut, Pangkolinlamil menyampaikan waktu pengerjaan proyek perbaikan dan peninggian fasilitas pangkalan ini selama 6 (enam) bulan dimulai pada bulan Maret hingga Juli mendatang 2016. Dan kemampuan serta daya tahan beaching plate yang akan dibangun ini mampu bertahan hingga 50 tahun mendatang.

Selain itu pula, perbaikan dan peninggian fasilitas labuh ini merupakan komitmen dari pemimpin TNI AL dalam upaya peningkatan dan pengadaan fasilitas sarana serta prasarana matra laut. “Ini juga merupakan komitmen dari pemimpin TNI AL untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan operasional dalam menunjang keberhasilan pencapaian tugas,” tegas Pangkolinlamil.

Di samping paparan oleh pihak yang akan melaksanakan pekerjaan perbaikan dan peninggian, acara tersebut juga diisi dengan diskusi dari para hadirin untuk saling memberikan masukan dan saran.

Kepada para peserta paparan yang hadir dalam kesempatan tersebut, Pangkolinlamil mengharapkan partisipasinya untuk memberikan masukan dan sarannya terhadap perbaikan fasilitas labuh tersebut. “Saya berharap dalam paparan ini ada masukan dan saran dari seluruh perwira yang hadir, agar pekerjaan perbaikan dapat berjalan sesuai yang direncanakan,”pungkasnya.

Kegiatan paparan ini juga dihadiri Kaskolinlamil Laksma TNI Pulung Prambudi, para Asisten Pangkolinlamil, Kasatker/Kadis, Komandan Satlinlamil Jakarta dan perwira menengah Kolinlamil lainnya yang terkait dengan kegiatan tersebut. (DIT)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *