
MNOL, Jakarta – Pemilihan Putera-puteri Maritim yang dahulu bernama Putera-Puteri Bahari tahun ini kembali digelar guna mendukung visi presiden poros maritim dunia. Dalam pembentukan panitia yang berlangsung di Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI AL RE Martadinata, Sabtu (13/8/16), Mantan Kasal Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno mengungkapkan ajang ini sesuai dengan arah kebijakan pemerintah untuk memajukan poros maritim Indonesia dalam hal pembangunan budaya maritim.
Putera-puteri Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia harus memanfaatkan potensi maritim untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Tedjo.
Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1975 itu menyatakan sesuai isi Deklarasi Djuanda, laut merupakan pemersatu bukan pemisah. Hal itu menandakan bahwa jiwa maritim merupakan perekat persatuan bangsa Indonesia yang hidup berpencar di antara pulau-pulau.
“Menyadari negara kepulauan yang terhubung oleh laut yang bukan merupakan pemisah melainkan penghubung, maka makna dalam acara ini mewujudkan budaya maritim bangsa Indonesia sangat penting,” tambahnya.
Ajang ini juga untuk memperingati momentum Hari Nusantara 13 Desember yang rencananya akan digelar di Karimata. Di mana tanggal itu pada tahun 1957, dikeluarkan suatu deklarasi penting sebagai kelanjutan dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi 17 Agustus 1945.
Acara itu dibuka oleh Ibu Ketua Ifa Dakhiri, yang dalam sambutannya menyatakan pentingnya membangun budaya maritim khususnya bagi generasi muda.
Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) yang diundang hadir dalam acara itu dengan penuh antusias menyambut program ini sebagai bagian dari pembinaaan kemaritiman untuk generasi muda.
“Dalam menyambut dan mendukung penyelenggaraan Putera-Puteri Maritim 2016, perlu ada branding kepada masyarakat khususnya pemuda dalam ikut serta membangun maritim Indonesia,” tandas Ketua APMI, Renaldi Bahri Tambunan di sela-sela acara tersebut.
Sambungnya, Kemenko Maritim bersama stakeholder lainnya juga harus terlibat dalam menyukseskan acara ini. Terutama dalam hal sosialisasi terkait pembangunan pemuda dan budaya maritim. APMI sendiri termasuk menjadi panitia rekruitmen bersama Yayasan Dharma Ayu Bahari Jaya.
“Setiap stakeholder harus cepat dan inisiatif dalam menyambut hal ini untuk terwujudnya budaya maritim sebagai pilar utama poros maritim dunia,” pungkas lulusan Kelautan Undip itu.
Tahun lalu, ajang ini diketuai oleh Almarhumah Christina Rantetana, seorang Purnawirawan TNI AL yang concern terhadap pembangunan budaya maritim bersama Dewan Kelautan Indonesia (Dekin). (Tan)






